get app
inews
Aa Text
Read Next : Periuk Tenggelam 2 Meter! Pemkot Tangerang Kerahkan Pasukan Pompa Raksasa

Banjir Belum Surut, Warga Periuk Tangerang Mulai Diserang Penyakit Kulit Hingga Kelaparan!

Senin, 26 Januari 2026 | 10:47 WIB
header img
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan masih bertahan di angka 3,5 meter hingga menyentuh atap rumah warga pada kontur tanah terendah. (Foto: Ist)

PERIUK, iNewsTangsel - Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti warga Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, akibat banjir yang tak kunjung surut hingga Minggu (25/1). Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan masih bertahan di angka 3,5 meter hingga menyentuh atap rumah warga pada kontur tanah terendah.

Lumpuhnya aktivitas warga kini dibarengi dengan munculnya berbagai ancaman penyakit mulai dari gatal-gatal kulit hingga infeksi luka akibat rendaman air kotor. Para penyintas juga mengeluhkan rasa pegal luar biasa pada tubuh setelah berjuang menyelamatkan harta benda di tengah kepungan arus yang datang tiba-tiba.

Salah satu warga terdampak, Salim, mengungkapkan bahwa ia mulai merasakan gangguan kesehatan serius pada kulit kaki dan tangannya. "Gatal-gatal sama ada luka karena nyebur banjir, badan juga pegal-pegal karena kemarin harus memindahkan barang sendirian," ungkapnya, Minggu (25/1/2026).

Warga menduga bencana besar ini dipicu oleh jebolnya tanggul di sekitar pemukiman yang hingga saat ini belum mendapatkan perbaikan permanen dari pihak terkait. Warga berharap pemerintah segera bertindak cepat memperbaiki infrastruktur tersebut agar warga tidak terus-menerus menjadi korban siklus banjir tahunan.

Kondisi serupa juga dirasakan warga lain yang rumahnya berada di posisi paling bawah dan masih terendam air setinggi hampir empat meter. Meskipun pompa air di bagian belakang sudah mulai difungsikan, proses penyusutan debit air di dalam rumah berjalan sangat lambat.

Saat ini kondisi banjir di dalam ketinggian masih 3,5 meteran, warga berharap ada sistem pengendalian banjir yang lebih paten. Warga khawatir jika hujan deras kembali turun, tanggul yang ada tidak akan mampu menahan beban volume air yang besar.

Kini persoalan logistik menjadi beban tambahan bagi 286 kepala keluarga yang kehilangan pakaian serta peralatan rumah tangga akibat hanyut terbawa arus. Warga sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa pakaian layak pakai, makanan siap saji, serta tempat tinggal sementara yang jauh lebih manusiawi.

Data RW setempat mencatat sedikitnya 862 jiwa terdampak, termasuk ratusan lansia yang kini harus dievakuasi ke masjid maupun rumah kerabat terdekat. Saat ini sebagian besar penyintas memilih bertahan di lantai dua rumah mereka sambil menunggu kondisi dinyatakan benar-benar aman oleh petugas BPBD.
 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut