get app
inews
Aa Text
Read Next : Tiga TPS Liar di Wilayah Benda Kota Tangerang Ditertibkan Aparat Pemkot

Periuk Tenggelam 2 Meter! Pemkot Tangerang Kerahkan Pasukan Pompa Raksasa

Selasa, 27 Januari 2026 | 05:13 WIB
header img
Pemkot Tangerang kini tengah mempercepat penanganan banjir yang masih melumpuhkan sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk melalui aktivasi rumah pompa. (Foto: Pemkot Tangerang)

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kini tengah mempercepat penanganan banjir yang masih melumpuhkan sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk melalui aktivasi rumah pompa secara besar-besaran. Fokus utama penyedotan air diarahkan pada titik-titik pemukiman padat yang genangannya masih memutus aktivitas warga hingga Senin (26/1/2026).

Komplek Periuk Damai menjadi konsentrasi utama petugas karena ketinggian air di wilayah tersebut terpantau masih mencapai maksimal dua meter pada siang hari. Krisna Perdana, Koordinator Pompa Banjir Dinas PUPR Kota Tangerang, menyatakan bahwa pengoperasian pompa ini adalah solusi tercepat untuk mengeringkan wilayah terdampak.

"Kami sementara ini memfokuskan penanganan di sektor pompanisasi dengan mengerahkan lima pompa listrik berkapasitas 67 liter per detik serta dua unit pompa diesel," ujar Krisna, dalam keterangnnya, Senin (26/1/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh unit yang tersedia di Komplek Periuk Damai telah dikerahkan secara maksimal untuk menarik debit air yang tinggi.

Pemkot Tangerang menjamin bahwa seluruh sistem infrastruktur pengendali banjir, termasuk pompa portabel, kini berada dalam status operasional penuh di lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada mesin yang menganggur di saat warga sangat membutuhkan surutnya air dari dalam rumah mereka.

Target optimis pun dipasang oleh pemerintah daerah agar wilayah yang terendam banjir bisa kering dalam waktu dua hari ke depan jika cuaca mendukung. Krisna menambahkan bahwa jika tidak ada hujan deras susulan yang mengguyur, efektivitas pompa ini akan terlihat nyata pada besok hari atau lusa.

Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mengoptimalisasi sisa empat titik lokasi banjir yang masih bertahan di wilayah Kecamatan Periuk hingga saat ini. Sinergi ini bertujuan agar beban kerja setiap rumah pompa dapat terbagi secara rata sehingga proses pengeringan kawasan berjalan lebih simetris.

Meski demikian, kendala teknis muncul terkait rencana bantuan unit pompa tambahan dari pihak BBWS Ciliwung-Cisadane yang belum bisa beroperasi secara instan. "Bantuan tersebut belum bisa berjalan karena harus menyesuaikan daya tampung titik buangan di Situ Bulakan yang saat ini kondisinya belum memadai," pungkas Krisna.

Situasi di Situ Bulakan yang sudah penuh menjadi tantangan berat bagi petugas dalam membuang air dari pemukiman warga Periuk tanpa menyebabkan banjir baru di tempat lain. Warga pun diimbau untuk tetap waspada sambil menunggu proses pemompaan mencapai hasil maksimal sesuai dengan jadwal yang telah ditargetkan.
 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut