get app
inews
Aa Text
Read Next : Peluncuran Noor Dinar dan Rana Gold Bar

Ketidakpastian Global Bikin Minat Investor Berinvestasi Emas Meningkat

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:42 WIB
header img
Ilustrasi investasi emas masih jadi pilihan masyarakat. Foto Ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional masih akan menjaga harga aset lindung nilai, seperti emas tetap berada di level tinggi. Kondisi ini juga mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam menyusun strategi portofolio investasi.

Indonesia’s Head of Research DBS, William Simadiputra, menilai dari sisi permintaan, pembelian emas oleh investor individual tidak terjadi secara cepat dalam jumlah besar. Namun, keterbatasan suplai membuat harga emas cenderung bertahan tinggi. Selain itu, situasi geopolitik global yang dipenuhi berbagai pengumuman dan tensi internasional turut meningkatkan ketidakpastian pasar. 

“Dam kondisi tidak pasti, investor biasanya mencari aset alternatif yang dianggap aman. Salah satunya emas,” katanya saat Unlocking Indonesia's Wealth Potential: DBS Guides Through Indonesia's Resilient Economy with Unparalleled Wealth Insights and Tailored Solutions”, di Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

Dia menjelaskan, faktor lain yang turut mendorong minat terhadap emas adalah pelemahan indeks dolar AS. Ketika dolar melemah, emas kembali dilirik sebagai alternatif investasi untuk menjaga nilai aset.

“Kondisi ini membuat emas kembali menarik, terutama bagi investor yang ingin melindungi portofolionya dari volatilitas,” imbuhnya.

Menurut dia, dalam kondisi pasar saat ini, strategi investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor. Untuk investor konservatif, disarankan tetap fokus pada instrumen berisiko rendah, seperti obligasi berkualitas tinggi atau reksa dana pendapatan tetap. 

“Instrumen ini dinilai masih mampu memberikan imbal hasil yang relatif stabil,” tegasnya. 

Sementara itu, lanjut dia, investor moderat dapat menerapkan strategi diversifikasi dengan mengombinasikan beberapa instrumen, seperti obligasi, emas, dan sebagian kecil saham. 

“Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil,” ucapnya. 

William mengungkapkan, bagi investor agresif, porsi saham tetap bisa dipertahankan. Namun, dengan tetap menambahkan unsur diversifikasi ke aset lindung nilai seperti emas untuk meredam risiko volatilitas pasar.

“Dalam situasi pasar yang belum menemukan momentum kuat, diversifikasi dinilai menjadi kunci utama. Kombinasi antara saham, obligasi, dan emas dianggap dapat membantu investor menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian global,” pungkas William. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut