Revitalisasi Pabrik Amonia Dorong Efisiensi Energi dan Pasokan Pupuk Nasional
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya peningkatan efisiensi energi pada industri pupuk nasional ditempuh melalui peremajaan pabrik amonia Pabrik-2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur yang didukung PT Tripatra Engineers and Constructors. Revitalisasi fasilitas yang beroperasi sejak 1984 itu ditujukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk sebagai komponen kunci ketahanan pangan.
Peremajaan dilakukan pada unit yang tetap beroperasi dengan fokus pada efisiensi konsumsi energi dan penurunan emisi. Perusahaan menyebut pembaruan teknologi proses dan sistem kontrol digital meningkatkan akurasi pengendalian operasi, sehingga penggunaan gas sebagai bahan baku dapat ditekan lebih dari 10 persen atau sekitar 4 MMBtu per ton amonia.
Presiden Direktur & CEO Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi, menyatakan efisiensi energi pada pabrik amonia berpengaruh langsung terhadap stabilitas pasokan pupuk nasional. “Perbaikan kinerja energi pada fasilitas eksisting penting untuk menjaga kontinuitas produksi sekaligus menekan emisi industri,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa peningkatan efisiensi produksi pupuk merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan. “Efisiensi energi di sektor hulu pupuk berkontribusi pada keberlanjutan pasokan dan daya saing produksi nasional,” katanya.
Peremajaan pabrik amonia ini diproyeksikan menurunkan emisi karbon sekitar 110.000 ton CO₂ per tahun, sekaligus meningkatkan keandalan operasi pabrik yang menjadi salah satu penopang utama produksi pupuk dalam negeri.
Editor : Hasiholan Siahaan