get app
inews
Aa Text
Read Next : Siap Kuras Air Mata, Film Jangan Buang Ibu Menjadi Refleksi Tentang Peran Orang Tua

Film Indonesia Borong 48 Penghargaan Internasional, Film Reza Rahadian hingga Agak Laen Kuasai Asia

Minggu, 15 Februari 2026 | 19:09 WIB
header img
126 film Indonesia yang berhasil menembus berbagai festival internasional di 36 negara. (Foto ilustrasi: ist)

JAKARTA, iNewsTangsel - Industri perfilman tanah air secara luar biasa berhasil mendominasi panggung sinema global sepanjang tahun 2025 dengan catatan prestasi yang memukau. Berdasarkan data terbaru, terdapat 126 film Indonesia yang berhasil menembus berbagai festival internasional di 36 negara, melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Total 48 penghargaan internasional telah berhasil dibawa pulang oleh sineas kebanggaan bangsa, mulai dari kategori fiksi pendek hingga dokumenter panjang. Prestasi ini mencakup 23 penghargaan untuk film pendek dan 18 penghargaan fiksi panjang yang membuktikan kualitas cerita kita semakin diakui dunia.

Adrian Jonathan dari Cinema Poetica menegaskan bahwa lonjakan partisipasi ini menunjukkan sinema nasional kini semakin diperhitungkan oleh kurator global. “Kami mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem sehingga film Indonesia mampu bersaing sebagai ekspresi kebudayaan bangsa,” ungkap Adrian dalam pernyataannya, di Jakarta, dikutip Minggu (15/2/2026).

Salah satu kejutan terbesar datang dari film Pangku yang menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi aktor ikonik Reza Rahadian. Film tersebut sukses menyabet empat penghargaan di Busan International Film Festival serta dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025.

Tak hanya film festival, film komersial seperti Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku! juga berhasil menjajah pasar bioskop luar negeri hingga ke Meksiko. Kedua film ini sukses meraup lebih dari 10 juta penonton di dalam negeri dan resmi bertengger di puncak daftar film terlaris se-Asia Tenggara.

Sektor film pendek juga tidak kalah taji dengan hadirnya karya-karya seperti Little Rebels Cinema Club yang meraih kualifikasi pendaftaran Academy Awards 2026. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa regenerasi sineas muda Indonesia memiliki standar teknis dan penceritaan yang setara dengan sineas dunia lainnya.

Bahkan film klasik Turang (1957) kembali diputar di Rotterdam untuk merayakan sejarah Konferensi Asia Afrika, menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian warisan budaya dunia. Retrospeksi film Indonesia di Prancis juga menjadi bukti kuat bahwa hubungan diplomatik antarnegara kini semakin dipererat melalui medium seluloid.

Melalui skema ko-produksi internasional seperti film Renoir, sinema Indonesia kini aktif berkolaborasi dengan negara maju seperti Jepang dan Singapura. Semua capaian ini menjadi pondasi kuat bagi ekosistem kreatif nasional untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan di masa depan.
 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut