get app
inews
Aa Text
Read Next : Arus Balik Lebaran, Terminal Poris Plawad Dipadati Pemudik yang Kembali ke Kota

BPJN Banten Lambat, Jalan Lubang Flyover Ciputat Akhirnya Diperbaiki Netizen Brorondm

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:25 WIB
header img
Perbaikan jalan flyover Ciputat oleh netizen brorondm. (Foto: ist)

CIPUTAT, iNewsTangsel – Kerusakan jalan di Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali menjadi sorotan. Lubang pada sambungan beton yang tak kunjung tertangani dengan optimal kembali memakan korban, tepatnya pada H+2 Lebaran.

Dalam insiden tersebut, dua pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami luka, mulai dari patah tulang hingga luka ringan setelah terperosok ke dalam lubang di badan jalan. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat kondisi jalan yang dinilai tidak layak.

Namun yang berbeda kali ini, respons cepat justru datang dari kalangan netizen. Perbaikan yang sebelumnya dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten menggunakan metode tambal sulam hotmix dinilai tidak efektif, karena berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.

Sorotan publik semakin menguat setelah akun Instagram @Brorondm mengunggah dokumentasi proses penanganan lubang tersebut. Unggahan itu memperlihatkan bagaimana pekerjaan konstruksi seharusnya dilakukan secara terstruktur dan profesional.

Melalui kontennya, pemilik akun yang dikenal sebagai Bro Ron itu secara tidak langsung memberikan edukasi kepada publik mengenai standar kerja di lapangan. Ia menekankan pentingnya prosedur seperti Tool Box Meeting (TBM), koordinasi tim, hingga pembagian tugas yang jelas sebelum pekerjaan dimulai.

“Kalau di tim saya, harus dibiasakan TBM supaya masing-masing individu paham apa yang harus dikerjakan,” tulisnya dalam unggahan yang berhasil dikutip wartawan, Kamis (26/3/2026).

Tak hanya itu, ia juga menyinggung pentingnya pencatatan data dalam setiap proyek pekerjaan. Menurutnya, dalam pekerjaan profesional, setiap tahapan harus terdokumentasi dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Kalau proyek bayaran pasti pegang buku catatan untuk data. Ini yang gratisan nggak pakai data, tapi pakai laporan netizen,” sindirnya.

Pernyataan tersebut sontak memantik reaksi publik. Banyak yang menilai sindiran itu mengarah pada kinerja BPJN Banten yang dianggap kurang responsif terhadap kerusakan jalan, hingga harus menunggu sorotan publik terlebih dahulu.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan risiko yang tidak kecil. Proses perbaikan yang dilakukan di tengah lalu lintas padat, dengan penutupan sebagian lajur, menjadi titik rawan terjadinya kecelakaan jika tidak ditangani secara profesional.

Fakta bahwa lubang di Flyover Ciputat telah berulang kali menyebabkan insiden seharusnya menjadi alarm serius bagi pihak terkait. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, respons dinilai lambat dan penanganan terkesan sementara, hingga akhirnya tekanan dari media sosial mengambil peran penting.

Fenomena ini memperlihatkan pola yang terus berulang yaitu jalan rusak, keluhan warga muncul, viral di media sosial, baru kemudian dilakukan perbaikan. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka fungsi pengawasan yang semestinya dijalankan institusi resmi seolah bergeser ke tangan publik.

Flyover Ciputat pun kini tidak sekadar menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat. Ketika warga merasa harus bersuara keras di media sosial agar mendapat perhatian, muncul pertanyaan besar terhadap kinerja dan tanggung jawab pihak berwenang.

BPJN Banten kini dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar yakni bekerja karena tanggung jawab, atau karena tekanan viral?

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Sub Bagian Umum BPJN Banten, Suriyansyah, belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan lubang sambungan beton di Flyover Ciputat yang belakangan justru diinisiasi oleh netizen setelah viral di media sosial.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut