get app
inews
Aa Text
Read Next : Marcell Darwin Minta Izin Istri demi Peran Sensitif di Film Dalam Sujudku

Peringatan 32 Tahun Genosida, Kedubes Rwanda di RI Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

Rabu, 08 April 2026 | 22:12 WIB
header img
Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia menggelar peringatan emosional 32 tahun genosida terhadap etnis Tutsi. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Kedutaan Besar Rwanda di Indonesia baru saja menggelar peringatan emosional 32 tahun genosida terhadap etnis Tutsi yang dikenal dengan sebutan Kwibuka 32. Momen ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi dunia untuk menghormati para korban sekaligus menyaksikan transformasi luar biasa Rwanda melalui semangat persatuan.

Acara yang berlangsung khidmat di Jakarta ini merupakan momentum krusial guna memperkuat komitmen global dalam menjaga kemurnian sejarah. Kehadiran berbagai tokoh penting bertujuan memastikan bahwa tragedi kemanusiaan yang memilukan tersebut tidak akan pernah terulang kembali di masa depan.

Generasi muda sangat diharapkan muncul sebagai agen perubahan yang berani meneliti serta menganalisis sejarah kelam ini secara jujur dan objektif. Keterlibatan aktif kaum muda menjadi kunci utama agar fakta sejarah tetap terjaga dengan benar di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

Mengusung tema besar "Remember, Unite, Renew", peringatan ini diawali dengan prosesi penyalaan lilin sebagai simbol harapan yang abadi bagi para korban. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta sejumlah duta besar negara sahabat sebagai bentuk solidaritas internasional.

Duta Besar Rwanda untuk Indonesia, H.E. Sheikh Abdul Karim Harelimana, menekankan pentingnya proses rekonsiliasi total antara pelaku dan korban demi masa depan bangsa. Beliau mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak dalam kegelapan masa lalu, melainkan bekerja sama membangun tatanan sosial yang lebih harmonis.

“Jika kita ingin melawan ideologi genosida selamanya, maka kita perlu bersatu dan bekerja sama tanpa terjebak pada sejarah gelap,” tegas Sheikh Abdul Karim Harelimana, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dubes menegaskan bahwa melangkah maju adalah pilihan sadar yang diambil bangsa Rwanda untuk memulihkan martabat dan kemanusiaan mereka.

Pihak Kedutaan juga memperingatkan dunia tentang bahaya penyangkalan genosida yang sering muncul dalam bentuk argumen palsu atau pengecilan jumlah korban secara sengaja. Penyangkalan ini dianggap sebagai tahap akhir dari kejahatan yang sangat berbahaya karena berupaya menghapus jejak penderitaan para penyintas.

Sinergi antara warga Rwanda di luar negeri dan komunitas internasional diserukan untuk aktif memerangi segala bentuk sisa-sisa ideologi yang memecah belah. Masyarakat global diminta untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik impunitas terhadap para pelaku kejahatan kemanusiaan yang masih berkeliaran.

Melalui peringatan Kwibuka 32 ini, Rwanda secara resmi mengajak seluruh dunia untuk bersatu melawan ideologi kebencian demi perdamaian yang berkelanjutan. Pelestarian fakta sejarah yang akurat merupakan fondasi paling mendasar bagi umat manusia untuk belajar dari masa lalu yang penuh air mata.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut