OJK Banten: Sektor Keuangan Stabil, Rasio Kredit Bermasalah di Bawah Ambang Batas
ALAM SUTERA, iNewsTangsel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Banten memberikan kabar segar dengan menyatakan bahwa stabilitas industri keuangan rakyat saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat solid.
Pertumbuhan kredit perbankan rakyat tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,32 persen secara tahunan hingga periode Desember 2025 lalu.
Kepala Kantor OJK Provinsi Banten, Adi Dharma menyatakan, bahwa kepercayaan masyarakat semakin menguat yang ditandai dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,77 persen. Selain itu, rasio kredit bermasalah atau NPL berhasil ditekan di bawah ambang batas 5 persen sehingga risiko keuangan tetap dalam kategori yang sangat terjaga.
Pihak regulator menilai bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci utama bagi perbankan daerah, seperti BPR agar tetap tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi global.
“Namanya BPR belum besar-besar, kalau bersama pasti lebih kuat dan saling kolaborasi satu sama lain,” ujar Kaman Siboro, Ketua Formatur Perbarindo DPD Banten dalam acara Halal Bihalal dan forum strategis di Alam Sutera, Tangerang Selatan, baru-baru ini.
Dukungan dari pemerintah dan koordinasi melalui wadah Perbarindo diharapkan mampu memperkuat kapasitas pendanaan di tingkat daerah secara lebih merata. Forum-forum strategis kini mulai diintensifkan sebagai ruang penyusunan rencana bersama guna memitigasi risiko kredit dan menjaga kesehatan industri secara jangka panjang.
Momentum penguatan citra industri juga dilakukan melalui ajang Universal BPR Fun Run 2026 yang sukses digelar pada Januari lali. Acara ini berhasil menarik perhatian ribuan peserta di wilayah Banten. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk menunjukkan komitmen perbankan terhadap aksi sosial dan kelestarian lingkungan hidup.
“Donasi yang kita sumbangkan ke korban banjir di Sumatera Rp215 juta, kita transfer langsung ke sana korban yang paling sangat terdampak,” ujarnya Kaman.
Melalui acara tersebut, Universal BPR berupaya menegaskan posisinya bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat lokal. Kolaborasi yang dibangun antara regulator dan pemangku kepentingan diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi sektor UMKM produktif yang menjadi tulang punggung daerah.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi terhadap ketahanan industri perbankan rakyat di masa depan yang semakin kompetitif. Fondasi kolaborasi yang kuat diyakini akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Editor : Aris