get app
inews
Aa Text
Read Next : MRT Kembangan–Balaraja Solusi Kemacetan Tol Jakarta–Merak

Terjebak di Simpang Karawaci, Warga Kehilangan Waktu di Jalan

Sabtu, 25 April 2026 | 00:49 WIB
header img
Seorang petugas sedang mengatur lalu lintas di Simpang Karawaci. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di Simpang Karawaci, tepatnya di pertigaan Islamic Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, bukan lagi sekadar persoalan lalu lintas. Karena terjadinya penumpukan kendaraan setiap hari. Bagi warga, kondisi ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang melelahkan dan memengaruhi kualitas hidup secara nyata.

‎"Setiap pagi dan sore, ribuan kendaraan bertemu di satu titik yang sama. Para pekerja yang hendak berangkat maupun pulang kerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha harus rela menghabiskan waktu lebih lama di jalan," kata Rina, seorang pegawai swasta, Jumat (24/4/2026).

‎Menurutnya, tidak sedikit warga yang harus berangkat lebih awal atau pulang lebih malam demi menghindari kepadatan, meski pada kenyataannya kemacetan kerap tak bisa terhindarkan.Tak heran, banyak warga yang kehilangan waktu hingga setres meningkat dan produktivitas kerja terganggu.

‎"Bagi kita, ini bukan hal baru. Setiap hari, ribuan orang harus menikmati kemacetan di titik tersebut, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga, justru habis di jalan," terang Rina.

‎Bagi pengemudi ojek online, Azis, kemacetan berdampak langsung pada pendapatan karena waktu tempuh yang lebih panjang tidak selalu sebanding dengan penghasilan yang diterima.

‎"Saya harus bisa mengatur waktu dan rute agar tetap bisa mendapatkan penumpang. Kalau macet, kadang orderan jadi sepi. Orang juga malas pesan kalau tahu jalannya padat,” ujarnya.

‎Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jainudin mengungkapkan, Simpang Karawaci merupakan titik temu sejumlah ruas penting, seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Raya Legok, hingga akses Tol Karawaci. Sehingga wilayah itu menjadi salah satu simpul mobilitas tersibuk di Kabupaten Tangerang.

‎"Kemacetan di lokasi tersebut sudah menjadi persoalan lama yang terus berulang. Karena menjadi titik temu berbagai aktivitas. Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga masyarakat umum yang beraktivitas di pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan kawasan pendidikan di sekitarnya," terangnya.

‎Dipaparkan, pertumbuhan di kawasan yang pesat membuat volume kendaraan meningkat drastis. Namun, kapasitas jalan tidak banyak berubah. Hal itu juga diperparah oleh kebiasaan berhentinya kendaraan sembarangan.

‎"Ada angkutan umum yang menunggu penumpang, ojek online yang mangkal, hingga antrean kendaraan menuju tol yang meluber. Ini semakin menyempitkan ruang gerak pengguna jalan," tegasnya. 

‎Dia mengaku, meski pemerintah daerah telah menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas, bagi masyarakat yang setiap hari melintas, kemacetan tetap menjadi bagian dari rutinitas yang sulit dihindari.

‎"Namun, solusi tersebut bersifat sementara dan belum dapat mengatasi kemacetan yang terjadi," imbuhnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut