Banten Perkuat Ketahanan Pangan, 1.500 Hektare Lahan di Carita Ditanami Padi PS 08
BANTEN, iNewsTangsel.id – Program penanaman bibit padi unggul varietas PS 08 seluas 1.500 hektare resmi dimulai di wilayah Carita, Banten, pada Jumat (24/4/2026). Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Forum Jupnas Gizi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kualitas gizi nasional.
Kegiatan ini digagas oleh Yayasan Bhakti Bela Negara berkolaborasi dengan Brigade Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Banten, serta BRMP Banten. Dengan melibatkan petani lokal sebagai aktor utama, program ini bertujuan menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Ketua Umum Forum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika, menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas gizi. Menurutnya, ketersediaan bahan pangan yang cukup dan berkelanjutan adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat dan mandiri.
"Ketahanan pangan dan ketahanan gizi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika produksi pangan meningkat, maka akses masyarakat terhadap pangan bergizi juga akan semakin baik," ujar Rival dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Ia menambahkan bahwa gerakan pertanian berskala besar seperti ini perlu terus diperluas. Selain untuk mewujudkan kemandirian pangan bangsa, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah.
Varietas padi PS 08 yang ditanam diproyeksikan akan memasuki masa panen raya pada Agustus 2026 mendatang. Hasil panen tersebut ditargetkan mampu menopang kebutuhan pangan daerah serta memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan komunitas gizi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan bangsa dapat dimulai dari sektor paling mendasar. Melalui semangat gotong royong, wilayah Carita diharapkan dapat bertransformasi menjadi salah satu kawasan pertanian unggulan yang mendukung visi Indonesia mandiri pangan dan unggul gizinya.
Editor: Aris