get app
inews
Aa Text
Read Next : Warteksi, Upaya Redam Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

Strategi Harga Murah, Tekan Persaingan Pasar AMDK

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB
header img
Ilustrasi air minum dalam kemasan berbagai ukuran. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Strategi harga murah yang diterapkan sebuah perusahaa dalam memasuki pasar air minum dalam kemasan (AMDK) terbukti mampu mengguncang struktur persaingan industri. Pendekatan dengan menawarkan volume lebih besar dan harga lebih rendah berhasil mendorong lonjakan penjualan awal sekaligus menarik konsumen untuk mencoba produk baru.

Praktisi Komunikasi Pemasaran LSPR Institute, Safaruddin Husada menjelaskan, langkah awal brand tersebut memang dirancang dengan sangat baik untuk mendobrak pasar. Apalagi, promosi yang dilakukan besar-besaran juga efektif menurunkan hambatan masuk (entry barrier) dan mempercepat akuisisi pelanggan di pasar yang telah lama dikuasai pemain besar.

‎“Tanpa upaya seperti itu, sebuah brand tidak akan masuk ke dalam pertimbangan konsumen,” kata Safaruddin, Minggu (3/5/2026).

‎Menurut Safaruddin, pomosi memang dapat meningkatkan penjualan jangka pendek, tetapi jarang menciptakan loyalitas jangka panjang jika tidak disertai diferensiasi yang jelas. Karena efek promosi akan cepat memudar jika tidak didukung kualitas yang konsisten, sebuah fenomena yang disebut promotion decay effect.

‎“Promosi bisa membuka pintu, tetapi hanya distribusi dan kepercayaan yang membuat konsumen masuk dan loyal. Jadi, kalau produk tidak didukung oleh kualitas yang konsisten, maka efektivitas promosi menurun seiring waktu," ujarnya.

‎Dia memaparkan, tanpa diferensiasi yang kuat, strategi harga murah hanya mampu mendorong pertumbuhan penjualan sementara. Tapi, di tengah persaingan industri yang semakin ketat, keberlanjutan kinerja bisnis sangat bergantung pada keseimbangan antara harga, kualitas, dan distribusi.

‎"Produk baru dituntut tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga mampu menjaga standar produk untuk mempertahankan kepercayaan konsume," imbuhnya.

‎Sementara itu, pengamat Bisnis dan Marketing Inventure, mengungkapkan, pola perusahaan itu telah sukses memodifikasi produk untuk memimpin pasar dengan tawaran lebih ekonomis.

‎ "Taktik more for less brand tersebut dengan menghadirkan kemasan 700 ml dan harga lebih murah dari kemasan reguler 600 ml milik kompetitor. Perusahhan tersebut selalu begitu, main taktikal dengan promo menarik," terangnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut