get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadi Magnet Keluarga Muda, IMBEX 2025 Hadirkan Ruang Kreativitas hingga Edukasi Kesehatan

Kasus Campak Masih Tinggi, Dokter Beri Peringatan Keras Soal Risiko Mematikan Radang Otak

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:49 WIB
header img
Imunisasi dan edukasi gejala awal salah satu cara efektif mencegah penyakit campak. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Penyakit campak kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia setelah tercatat adanya lonjakan kasus yang cukup signifikan di berbagai daerah. Penularan yang sangat cepat ini menjadi perhatian khusus karena banyak menyerang anak-anak yang belum mendapatkan akses imunisasi secara lengkap.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa ribuan kasus konfirmasi laboratorium telah ditemukan sejak awal tahun 2026 di seluruh wilayah nusantara. Tingginya angka suspek ini memaksa pemerintah dan praktisi kesehatan untuk kembali memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus yang mematikan ini.

Dokter dari RS Siloam Semarang, dr. Gratia Puspa Raisa, menegaskan bahwa virus ini menyebar dengan sangat mudah melalui percikan udara saat penderita batuk atau bersin. Ia mengingatkan bahwa kekebalan tubuh yang lemah menjadi pintu masuk utama bagi virus campak untuk menginfeksi baik anak-anak maupun orang dewasa.

Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena dampak jangka panjang yang ditimbulkan bisa berujung pada kerusakan organ tubuh yang bersifat permanen. 

"Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak," ujar dokter Gratia dalam keterangannya, Minggu, (10/5/2026). 

Lebih lanjut, dokter Gratia menekankan bahwa imunisasi rutin merupakan satu-satunya cara yang terbukti efektif untuk memutus rantai penularan di lingkungan masyarakat. Tanpa perlindungan vaksin yang memadai, risiko anak mengalami gejala berat hingga kegagalan fungsi paru-paru akan meningkat secara drastis.

Masyarakat diminta untuk segera mengenali gejala khas seperti demam tinggi yang disertai munculnya ruam kemerahan pada seluruh bagian kulit tubuh. Tanda-tanda lain yang perlu diantisipasi meliputi mata merah, batuk kering, serta pilek yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari terakhir.

Guna menekan angka kasus, kegiatan edukasi kesehatan mulai gencar dilakukan di berbagai titik, termasuk acara seminar yang digelar oleh Holywings Peduli di di Helen’s Night Mart Semarang pada Sabtu (9/5/2026). Dalam forum tersebut, warga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai bahaya penyakit menular dan pentingnya deteksi dini sebelum kondisi pasien memburuk.

Layanan cek kesehatan gratis juga disediakan bagi ratusan warga untuk memastikan kondisi gula darah, kolesterol, hingga pemeriksaan laboratorium darah lengkap. Inisiatif ini merupakan langkah preventif untuk menjaring penderita yang mungkin belum menyadari bahwa mereka telah terinfeksi virus berbahaya tersebut.

Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto, menyatakan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap ketahanan kesehatan masyarakat secara luas. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik agar lebih proaktif dalam menjaga kebersihan dan mengikuti program vaksinasi pemerintah.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut