get app
inews
Aa Text
Read Next : 250 KDMP di Kabupaten Tangerang Beroperasi, Baru 17 Punya Gerai Permanen

Program Pemberdayaan Masyarakat Dorong Kemandirian Ekonomi dan Dongkrak UMKM Desa

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:03 WIB
header img
Program pemberdayaan masyarakat menumbuhkan kemandirian sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Tuntutan publik terhadap industri ekstraktif kini tidak lagi hanya terbatas pada pemenuhan target produksi dan kepatuhan regulasi formal semata. Parameter keberhasilan sebuah investasi komersial di era modern diukur dari seberapa besar kontribusi nyata dalam mendongkrak taraf hidup warga lokal.

Dalam hal ini, sektor pertambangan dituntut mampu mengintegrasikan aspek perlindungan alam dengan penciptaan peluang usaha baru bagi penduduk di sekitar wilayah operasional. Pola pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi korporasi berjalan selaras dengan penguatan fondasi sosial kemasyarakatan.

Menurut Dirut PT ABM Investama Tbk (ABMM) Achmad Ananda Djajanegara, dalam kerangka keberlanjutan, program CSR adalah bagian penting dari framework ESG, terutama pada aspek sosial yang dijalankan untuk menopang keberlanjutan bisnis.

“Kami memandang program ini bagian framework ESG khususnya pada aspek sosial untuk mendukung keberlanjutan. ESG memiliki cakupan lebih luas, tapi lewat program yang terarah kami ingin memastikan pertumbuhan usaha juga diikuti penguatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dampak nyata," ujar Andi, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Kekuatan utama dari intervensi sosial ini terletak pada konsistensi tata kelola agar setiap program yang digulirkan bersifat akuntabel dan terukur. Langkah tersebut penting dilakukan agar kontribusi yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan meninggalkan kapasitas keterampilan yang mandiri.

"Kami ingin tiap program tidak selesai sebagai kegiatan, tetapi meninggalkan kapasitas, peluang, dan kemandirian yang tumbuh dalam jangka panjang," ungkap Direktur PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) Iwan Hermawan.

Iwan menambahkan bahwa arah kebijakan ini sengaja dibangun dengan pendekatan lebih substantif guna menumbuhkan kemandirian sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Manifestasi nyata dari komitmen pemulihan ekosistem ini dibuktikan melalui keberhasilan rehabilitasi kawasan daerah aliran sungai seluas ribuan hektare di Kalimantan. Penanaman ratusan ribu pohon pelindung di area bekas galian komoditas fosil tersebut terbukti mampu mengembalikan fungsi hidrologis tanah secara optimal.

Pada ranah penguatan ekonomi mikro, revitalisasi lahan kritis juga dikombinasikan dengan pelatihan intensif pengolahan komoditas kopi lokal. Berdasarkan hasil pengukuran ilmiah, program komparatif ini menunjukkan angka pengembalian sosial yang tinggi, yang mencerminkan adanya multiplier effect bagi pendapatan petani hulu.

Selain sektor pertanian, fokus pembinaan juga diarahkan pada penguatan kapasitas perempuan melalui kelompok usaha kerajinan kain tradisional di pelosok desa. Diversifikasi produk ini tidak hanya melestarikan warisan budaya lokal, tetapi juga menjadi pilar baru penyangga stabilitas keuangan domestik keluarga.

Melalui konsistensi dalam menjaga keseimbangan antara profit bisnis dan tanggung jawab moral, model pembangunan ini berhasil meraih apresiasi dan membawa Reswara meraih Top CSR Awards 2026 Corporate. Ke depan, penguatan program berbasis kebutuhan lokal diproyeksikan akan terus berlanjut demi menjaga hubungan harmonis antara industri dan masyarakat.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut