get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspadai Migrain di Usia Produktif, Kenali Gejala, Pemicu dan Cara Mengendalikannya

HIV di Kabupaten Tangerang, Usia Produktif Masih Jadi Sasaran

Senin, 08 Juni 2026 | 20:19 WIB
header img
Ilustrasi mayoritas penderita HIV di Kabupaten Tangerang usia produktif. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat, sebanyak 203 kasus HIV sepanjang Januari hingga April 2026. Dari jumlah itu, mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif. Meski menunjukan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor-faktor risiko penularan.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, seluruh kasus yang ditemukan pada tahun ini masih berada pada tahap HIV dan belum berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Kasus HIV ditemukan di berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga dewasa.

‎'Kelompok usia produktif menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 167 orang, diikuti kelompok remaja sebanyak 28 kasus dan balita sebanyak 8 kasus," ujarnya, Senin (8/6/2026).

‎Dia menjelaskan, temuan kasus tertinggi tercatat di Kecamatan Kelapa Dua, Kosambi, Cikupa, dan Curug. Tapi, kasus HIV juga ditemukan di sejumlah wilayah lain melalui layanan puskesmas setempat.

‎"Temuan tersebut menjadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan yang menyasar berbagai lapisan usia. Karena penularan HIV dapat terjadi pada siapa saja dan memerlukan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat," tegasnya. 

‎Menurutnya, penularan HIV dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Di antaranya penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual berisiko tanpa pengamanan, serta penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi saat proses kehamilan atau persalinan.

‎“Selain faktor perilaku berisiko, ada juga kasus penularan dari ibu ke anak yang menyebabkan sejumlah balita turut terinfeksi,” imbuh Hendra.

‎Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mencatat adanya perkembangan positif dalam upaya pengendalian penyakit tersebut. Pada tahun 2025, jumlah kasus HIV yang tercatat mencapai sekitar 500 kasus, jauh lebih tinggi dibandingkan angka yang ditemukan pada tahun ini.

‎"Penurunan tersebut menunjukkan pentingnya upaya edukasi, deteksi dini, serta akses pengobatan yang terus diperluas kepada masyarakat. Makanya, kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi kelompok yang memiliki faktor risiko," terangnya.

‎Hendra menambahkan, bagi orang dengan HIV, kepatuhan menjalani terapi antiretroviral (ARV) juga menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah perkembangan infeksi menjadi AIDS. Pengobatan ARV harus dikonsumsi secara rutin dan teratur agar infeksi HIV tetap terkendali dan tidak berkembang ke tahap AIDS.

‎"Upaya pencegahan, edukasi, dan pengobatan yang berkesinambungan menjadi langkah penting untuk menekan angka penularan HIV sekaligus meningkatkan kualitas hidup penyintas di Kabupaten Tangerang," pungkas Hendra. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut