Sinergi Baru Perbankan dan Fintech Perkuat Fondasi Keamanan Siber untuk Mendorong Ekonomi Riil
JAKARTA, iNewsTangsel - Integrasi masif antara industri perbankan konvensional dan sektor teknologi finansial (fintech) kini resmi memasuki babak baru demi mempercepat pertumbuhan ekonomi riil nasional. Melalui forum strategis Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026, para pelaku industri, regulator, dan perwakilan sektor riil sepakat untuk meleburkan ego sektoral guna merancang ekosistem keuangan digital yang jauh lebih inklusif dan resilien.
Langkah penguatan sinergi ini didorong oleh fenomena konvergensi finansial di tanah air, di mana adopsi kecerdasan buatan (AI) dan sistem Open Finance mulai menjadi standar operasional baru. Kolaborasi lintas sektor ini tidak lagi menempatkan inovasi digital sebagai alternatif pelengkap semata, melainkan sebagai mitra strategis utama yang siap memperluas jangkauan layanan ke segmen masyarakat yang belum terlayani.
Forum berskala besar yang diinisiasi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) ini mengusung tema penting yang berfokus pada perancangan ulang sistem keuangan untuk kesejahteraan masyarakat luas. Melalui visi tersebut, IDBS 2026 dirancang menjadi platform utama dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan serta kemitraan strategis yang konkret.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki era konvergensi finansial yang serbacepat. Dalam fase ini, seluruh instrumen pembayaran serta aset keuangan digital mulai terintegrasi ke dalam satu ekosistem yang didukung kecerdasan buatan.
“Fintech kini bukan lagi alternatif bagi perbankan, melainkan mitra strategis. IDBS 2026 menjadi momentum bagi AFTECH untuk menegaskan bahwa fintech siap naik kelas dan memastikan inovasi digital memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Pandu Sjahrir, dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Editor: Aris