Pendidikan Musik Ajak Mahasiswa Bangun Profesional Kerja Sejak Kuliah
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perguruan tinggi di bidang seni dan industri kreatif semakin mendorong mahasiswa untuk membangun pengalaman profesional sejak masih menjalani pendidikan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi yang diperoleh selama masa studi.
Salah satu contoh terlihat dari penyelenggaraan Senior Vocal Recital bertema, "To Love, To Lose, To Learn", yang dibawakan mahasiswi Program Musik UIC College, Sere Pasaribu, di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
"Selain menjadi bagian dari tugas akhir, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan," ujar Program Leader Music kampus tersebut, Irfas.
Menurutnya, Sere merupakan mahasiswa yang telah merilis lima lagu dan mengisi soundtrack film Malam 3 Yasinan, sebelum menyelesaikan studinya. Pengalaman tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik industri kreatif selama masa perkuliahan.
"Karena pendidikan musik saat ini tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan teori dan keterampilan teknis. Mahasiswa juga perlu membangun portofolio, berkolaborasi, serta memahami standar kerja industri sejak dini," terangnya.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus membangun portofolio, menghasilkan karya, berkolaborasi, dan memahami standar industri sejak awal. Karena itu kami mendorong siswa untuk mulai bekerja melalui proyek-proyek nyata selama masa studinya," ungkap Irfas.
Sementara itu, Director of Marketing and Student Experience USG Education, Niluh Komang Aimee Sukesna menjelaslan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum Pearson BTEC asal Inggris yang diterapkan kampusnya. Kurikulum ini menempatkan pengalaman praktik industri sebagai bagian inti dari proses pembelajaran.
"Melalui program 2+1, siswa menempuh dua tahun pertama studi di Indonesia sebelum melanjutkan tahun terakhir di universitas mitra di Inggris," ucapnya.
Bahkan, lanjut Aimee, secara konsisten kampusnya menghadirkan salah satu bentuk penerapan applied learning. Melalui pendekatan project-based learning dan real-world learning, mahasiswa didorong menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membangun portofolio profesional sejak masa studi.
"Melalui metode tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk mengaplikasikan kemampuan mereka dalam situasi yang menyerupai kondisi profesional," katanya.
Bagi Sere, pertunjukan musik ini menjadi panggung dan ruang untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman yang membentuk dirinya, baik sebagai individu
maupun musisi muda. Karena setiap orang pernah mencintai sesuatu, kehilangan sesuatu, lalu belajar dari pengalaman itu.
"Pengalaman-pengalaman itulah yang saya terjemahkan ke dalam musik dan karya yang saya tulis sendiri. Bagi saya, musik adalah cara untuk memahami dan membagikan pengalaman hidup
kepada orang lain. Selama kuliah, saya mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan karya tersebut sekaligus belajar menulis, bereksperimen, dan menemukan identitas artistik saya,” kata Sere.
Editor : Elva Setyaningrum