Prambanan Jazz 2026 Dongkrak Ekonomi Lokal, 85 Ribu Penonton Padati Kawasan Candi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Prambanan Jazz Festival 2026 mencatat rekor baru dengan total sekitar 85.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan pada 3–5 Juli 2026 di kawasan Candi Prambanan. Lonjakan pengunjung tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.
Promotor Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, menyebut sebagian besar penonton berasal dari luar daerah, sehingga berdampak pada sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner.
“Selama tiga hari, hotel, penerbangan, kereta, hingga rumah makan penuh. Lebih dari 70 persen penonton datang dari luar Yogyakarta dan ini memberi dampak besar bagi ekonomi sekitar,” ujar Anas, Senin (6/7/2026).
Data penyelenggara menunjukkan tingkat hunian penginapan di radius sekitar Prambanan mencapai 100 persen selama acara berlangsung. Pelaku usaha kuliner, baik di area festival maupun di sekitar lokasi, juga mengalami peningkatan pendapatan seiring lamanya waktu kunjungan penonton.
Hari kedua menjadi puncak keramaian dengan jumlah penonton mencapai sekitar 35.000 orang. Antusiasme tinggi terlihat saat sejumlah penampil utama naik panggung hingga membuat area konser dipadati penonton dan tiket terjual habis.
Selain dampak ekonomi, festival ini juga menghadirkan pengalaman lintas generasi melalui perpaduan musisi dari berbagai genre. Sejumlah nama seperti NIKI, Tulus, Maliq & D’Essentials, hingga KLa Project tampil dan menarik perhatian penonton dari berbagai usia.
Salah satu penonton, Claudya Oliviani Yosephine, mengaku merasakan pengalaman emosional saat menyaksikan penampilan di kawasan Candi Prambanan.
“Ada rasa haru yang sulit dijelaskan saat mendengar lagu ‘Yogyakarta’ dibawakan langsung di sini. Rasanya seperti pulang,” ujarnya.
Meski mencatat kesuksesan, penyelenggaraan tahun ini juga diwarnai sejumlah catatan, mulai dari kepadatan penonton hingga komposisi genre yang menjadi perhatian sebagian pengunjung. Menanggapi hal tersebut, pihak promotor menyatakan terbuka terhadap kritik dan akan melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
“Kami tidak anti kritik. Masukan dari penonton akan menjadi bahan perbaikan agar ke depan bisa memberikan pengalaman yang lebih nyaman,” kata Anas.
Dengan capaian tersebut, Prambanan Jazz Festival kembali menegaskan perannya sebagai ajang musik berskala besar yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berdampak pada pergerakan ekonomi dan pariwisata daerah.
Editor : Hasiholan Siahaan