get app
inews
Aa Text
Read Next : Festival Budaya Urban Warnai Blok M, Hadirkan Tren Fesyen hingga Kuliner

Lewat Festival Budaya, Pelajar Tangerang Diajak Mengenal Kearifan Lokal

Senin, 27 Juli 2026 | 14:57 WIB
header img
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat membuka Festival Kampung Budaya Kemuning di Desa Kemuning, Legok, Kabupaten Tangerang. (Foto: Istimewa)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Festival Kampung Budaya Kemuning di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tapi juga ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal potensi lokal yang bernilai ekonomi. Kegiatan yang diinisiasi Balai Adat Keariaan Tangerang ini dibuka langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Senin (27/7/2026).

‎Festival diikuti ratusan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tak sekedar diajak mengenal budaya, para pelajar juga ikut mempraktikkan keterampilan membatik, membuat anyaman, serta melihat berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

‎Maesyal Rasyid mengatakan, festival semacam ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mampu memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda sekaligus membuka wawasan mengenai peluang ekonomi berbasis kearifan lokal.

‎"Anak-anak tidak hanya melihat hasil kerajinan, tetapi juga belajar langsung bagaimana proses membatik dan membuat anyaman. Pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat di masa depan," ujarnya.

‎Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk batik, anyaman, dan kerajinan lokal dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan warga apabila terus dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas.

‎"Oleh karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa harus dapat berkolaborasi menyusun program pengembangan Kampung Budaya Kemuning. Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana dan prasarana, pembangunan hanggar kegiatan, hingga penguatan rumah-rumah adat sebagai pusat pelatihan dan sanggar kerajinan," terangnya.

‎Maesyal berharap, festival ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu menarik lebih banyak pelajar maupun masyarakat untuk belajar tentang budaya lokal.

‎"Harapannya, kegiatan ini bisa membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menggerakkan roda perekonomian melalui batik dan kerajinan khas Kabupaten Tangerang," katanya.

‎Sementara itu, Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang, Rd. Ali Akipin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut.

‎"Kami berharap, pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti festival dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis budaya di masa mendatang. Apalagi, membatik bisa menjadi salah satu alternatif usaha bagi generasi muda," imbuh Ali.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut