Baby Face Bikin Konten Kreator Aldo Wijaya Viral karena Matchmaking AI
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Memiliki wajah baby face memang sering dianggap sebagai keuntungan karena terlihat lebih awet muda. Namun, di balik itu, ada cerita lucu sekaligus merepotkan, seperti yang dialami konten kreator Aldo Wijaya saat menghadiri acara Matchmaking Night.
Aldo mengaku, sempat khawatir tidak diperbolehkan masuk karena penampilannya yang kerap membuat orang mengira dirinya masih di bawah umur.
"Pertama kalinya dalam hidup gua buat masuk klub. Tapi gua udah bawa KTP. Semoga orang-orang percaya kalau gua punya KTP," kata Aldo, dalam sebuah video, seperti dikutip, Minggu (2/8/2026).
Kekhawatiran itu terbukti. Setibanya di lokasi, Aldo langsung dihentikan petugas keamanan yang mengira dirinya belum cukup umur untuk memasuki klub. Setelah menunjukkan kartu identitas dan membuktikan usianya telah di atas 21 tahun, ia akhirnya diizinkan masuk.
Pengalaman tersebut menjadi awal dari malam yang berbeda. Di dalam acara hasil kolaborasi Sing Sing dan komunitas AI AICO itu, Aldo mencoba HoWePlay, aplikasi party berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menghadirkan pengalaman mencari teman atau pasangan dengan cara yang lebih interaktif.
Melalui aplikasi tersebut, peserta hanya perlu memindai QR Code, kemudian mengisi data kelahiran berupa tahun, bulan, hari, dan jam lahir. Selanjutnya, sistem AI akan menganalisis data menggunakan pendekatan astrologi Tiongkok atau BaZi untuk mencocokkan pengguna dengan peserta lain yang memiliki tingkat kecocokan tinggi.
Hasil pencocokan dikirim langsung ke ponsel masing-masing peserta. Bahkan, pasangan dengan skor kecocokan tertinggi ditampilkan di layar utama selama acara berlangsung. Beberapa di antaranya berhasil memperoleh tingkat kecocokan hingga 100 persen.
Pengalaman Aldo menunjukkan bahwa teknologi AI kini tak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menghadirkan cara baru dalam membangun interaksi sosial di berbagai acara.
Menurut Co-founder AICO Tommy Teja dan Reynaldi Francois, aplikasi itu dirancang sebagai platform aktivasi berbasis AI yang dapat digunakan dalam berbagai konsep acara, mulai dari industri makanan dan minuman, pusat perbelanjaan, komunitas, hingga hiburan.
"Dengan sistem yang fleksibel, penyelenggara dapat menghadirkan beragam aktivitas interaktif, mulai dari permainan, sesi perkenalan, hingga konsep matchmaking yang disesuaikan dengan karakter pengunjung," terangnya.
Editor : Elva Setyaningrum