Tantowi Yahya Bawa Misi Diplomasi Budaya Lewat Tur Musik String Of Equator di Eropa
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Musisi sekaligus mantan Dubes RI, Tantowi Yahya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengenalkan kekayaan nusantara di panggung internasional. Kali ini mantan anggota DPR RI ini akan menggelar tur musik bertajuk "Strings Of Equator A Musical Journey To Indonesia" bersama Thomshell Band sekaligus membawa misi diplomasi budaya di sejumlah negara di Eropa.
Keberangkatan rombongan yang terdiri dari 10 pemain band dan dua crew ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui sinergi Kementerian Kebudayaan RI, LPDP, dan sejumlah lembaga. Sinergi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menguatkan posisi budaya nasional di ranah global.
"Pesan Pak Fadli Zon (Menbud RI), 'jangan main di depan orang Indonesia. Itu namanya bukan promosi budaya kalau mainnya di depan orang Indonesia". Nah, jadi saya janjian sama Dubes di sana karena disponsori oleh Kementerian Kebudayaan, harus bule semua yang nonton, mereka bilang 'Siap'!," ujar Tantowi di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Selama pertunjukan berdurasi satu jam di tiga kota, yakni Oslo (Norwegia), Santa Susanna (Spanyol), dan Denhaag (Belanda) penonton akan diajak menjelajahi keberagaman lagu daerah dari Sabang sampai Merauke yang dikemas dengan sentuhan aransement modern. Musik diyakini menjadi media paling efektif untuk menjembatani perbedaan budaya serta menarik perhatian masyarakat dunia.
Di sela-sela penampilan musiknya, Tantowi memanfaatkan keahlian public speaking untuk menyelipkan narasi bernilai tentang keunikan budaya dan pariwisata Indonesia. Storytelling yang dibawakan secara interaktif diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi para penonton luar negeri.
"Saya akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mempromosikan peluang Indonesia sebagai tempat investasi. Saya mencoba menjual Indonesia agar semakin banyak orang tertarik untuk berkunjung ke Indonesia, tertarik untuk investasi di Indonesia, dan menghapus stigma-stigma negatif tentang Indonesia," paparnya.
Editor : Aris