Literasi Investasi Emas Diperluas Seiring Pengembangan Bank Emas di Indonesia
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan investasi terus menjadi perhatian di tengah semakin beragamnya pilihan instrumen keuangan. Literasi keuangan dinilai penting agar masyarakat mampu menentukan strategi pengelolaan dana sesuai kebutuhan dan profil risikonya.
Salah satu instrumen yang terus mendapat perhatian adalah emas. Selain dikenal sebagai aset lindung nilai, emas menjadi bagian dari pilihan investasi masyarakat sehingga pemahaman mengenai cara membeli, menyimpan, dan mengelolanya menjadi semakin penting.
Edukasi mengenai investasi emas juga diarahkan untuk membantu masyarakat memahami berbagai pilihan pengelolaan aset, termasuk skema investasi emas secara digital maupun layanan yang memungkinkan kepemilikan emas dilakukan secara bertahap.
Di sisi lain, perkembangan industri emas nasional memasuki fase baru dengan pengembangan layanan bullion bank atau bank emas. Layanan ini mencakup aktivitas pengelolaan emas yang lebih luas, mulai dari penyimpanan hingga pembiayaan dan perdagangan emas.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pengembangan ekosistem bank emas membutuhkan dukungan literasi agar masyarakat memahami manfaat dan mekanisme layanan berbasis emas.
“Sinergi dengan media menjadi penting untuk menyampaikan edukasi literasi keuangan secara tepat dan akurat kepada masyarakat,” ujar Maryono, Minggu (30/8/2026).
Ia menambahkan, penguatan ekosistem emas juga didukung oleh pengalaman perusahaan dalam mengelola aset emas dalam jumlah besar serta infrastruktur penyimpanan yang menunjang pengembangan layanan bullion di Indonesia.
Pengembangan bank emas diharapkan tidak hanya memperluas pilihan layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan emas sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan investasi nasional.
Sebagai informasi dalam sesi literasi, Pegadaian memperkenalkan sejumlah instrumen, mulai dari Tabungan Emas, Cicilan Emas hingga Arisan Emas. Perusahaan juga memperkenalkan TRING by Pegadaian sebagai platform digital untuk mendukung transaksi dalam ekosistem emas.
Dari sisi industri, Pegadaian juga menyoroti pengembangan layanan Bullion Bank atau bank emas di Indonesia. Secara nasional, Pegadaian menyebut telah mengelola sekitar 153 ton emas, yang menjadi salah satu modal dalam pengembangan ekosistem layanan bank emas.
Kesiapan tersebut ditopang pengalaman Pegadaian dalam bisnis gadai emas. Lebih dari 90 persen agunan gadai yang dikelola perusahaan disebut berupa emas, serta didukung fasilitas penyimpanan atau vault dengan standar keamanan tinggi.
Editor: Hasiholan Siahaan