Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Redam Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Gencarkan Penyemprotan Jalan Protokol
Advertisement . Scroll to see content

Antisipasi Sebaran Abu Krakatau hingga Kemarau, Pemkot Tangerang Siapkan Langkah Strategis

Rabu, 09 September 2026 | 00:33 WIB
  • author Aries
Antisipasi Sebaran Abu Krakatau hingga Kemarau, Pemkot Tangerang Siapkan Langkah Strategis
Kota Tangerang. [Foto: ist]

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan jajaran penanggulangan bencana secara holistik guna mengantisipasi ancaman sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus potensi kekeringan akibat musim kemarau. Langkah responsif ini mencakup penetapan skema keselamatan masyarakat hingga upaya koordinasi teknis bersama instansi terkait. 

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di ruang terbuka serta wajib mengenakan masker saat harus berada di luar rumah. "Jangan banyak melakukan kegiatan di ruang terbuka kecuali mendesak dan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh disiapkan bagi murid untuk melindungi siswa," ujar Sachrudin, Selasa (8/9/2026).

Mengenai ancaman dampak kemarau jangka panjang, pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk penanganan pasokan air bersih. Langkah normalisasi Kali Cisadane disiapkan sebagai solusi strategis apabila kondisi debit air baku mengalami penurunan secara drastis.

Sachrudin menegaskan pentingnya deteksi dini risiko bencana agar pemerintah dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum timbul kerugian yang lebih besar. "Semua pihak diminta tidak menunggu hingga kejadian terjadi untuk bertindak," tutur Sachrudin menegaskan kesiapan jajarannya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menginstruksikan aparatur tingkat kecamatan dan kelurahan untuk bersikap tegas terhadap potensi gangguan lingkungan di wilayah masing-masing. Penindakan terhadap tempat pembuangan sampah liar menjadi fokus perhatian guna meminimalkan risiko kebakaran lahan selama musim kering.

Maryono menekankan bahwa jajaran pejabat daerah tidak boleh ragu dalam menindak oknum yang memicu munculnya potensi titik rawan bencana di tengah pemukiman. "Lakukan dialog, koordinasi, dan tunjukkan kepemimpinan di situ karena yang kita jaga bukan hanya ketertiban tetapi keselamatan masyarakat," jelas Maryono.

Ketegasan aparatur wilayah dinilai menjadi kunci dalam mencegah timbulnya ancaman sekunder yang dapat memperburuk kualitas kesehatan warga Kota Tangerang.

Editor: Aris

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut