Beban Berat Warga Tigaraksa Saat Kemarau: Beli Air Galon Habis Rp30 Ribu Sehari
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Lima galon air dalam sehari menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar bagi Susi (34), warga Kampung Sodong Pabuaran, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Bukan untuk disimpan, air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, mulai dari memasak, minum hingga mencuci.
"Namun, sejak sumur timba di wilayahnya mengering, kebutuhan air justru menjadi beban tambahan. Apalagi, sudah sekitar empat bulan bersama ratusan keluarga lainnya di Kampung Sodong Pabuaran kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur yang selama ini menjadi sumber utama air warga kini mengering akibat kemarau panjang," katanya, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, untuk mendapatkan air bersih, ia bersama warga lainnya terpaksa membeli air galon isi ulang. Dengan kebutuhan sekitar 6 galon sehari dan harga Rp5.000 per galon.
"Jadi, setiap harinya saya harus mengeluarkan uang sedikitnya Rp30.000 setiap hari. Jika dihitung selama sebulan, pengeluaran untuk air saja bisa mencapai sekitar Rp900.000," ujarnya.
Ia mengungkapkan, bagi keluarga yang membutuhkan air setiap hari, pengeluaran tersebut tentu bukan jumlah kecil. Namun, tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan ketika sumber air di lingkungan tempat tinggal sudah mengering.
"Kondisi serupa ini juga dialami sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Kampung Sodong Pabuaran. Kemarau panjang membuat warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan paling dasar tersebut," Imbuhnya.
Ia mengaku, kondisi seperti saat ini bantuan air bersih dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) sangat membantu sekali. Ratusan warga, yang didominasi ibu rumah tangga, terlihat membawa galon dari rumah masing-masing dan mengantre secara tertib untuk mendapatkan air.
"Galon-galon kosong dibawa ke menuju lokasi distribusi. Bagi kami, setiap liter air yang dibawa pulang berarti kebutuhan rumah tangga untuk sementara dapat terpenuhi," ucapnya.
Sementara itu, Komandan Lanud Saleh Basarah, Letkol Pasukan Efendi Hermawan mengatakan, pihaknya mengerahkan dua kendaraan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
"Sekali membagikan sebanyak 10.000 liter air bersih, menggunakan dua kendaraan. Bantuan tersebut setidaknya memberi ruang bagi warga untuk kembali memenuhi kebutuhan air tanpa harus mengeluarkan uang setiap hari," katanya.
Editor: Elva Setyaningrum