Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Beban Berat Warga Tigaraksa Saat Kemarau: Beli Air Galon Habis Rp30 Ribu Sehari
Advertisement . Scroll to see content

Demi Air Bersih, Warga Curug Rela Antre hingga 2 Kilometer

Selasa, 29 September 2026 | 19:11 WIB
  • author Elva
Demi Air Bersih, Warga Curug Rela Antre hingga 2 Kilometer
Warga Curug saat antre distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Tangerang. Foto Istimewa

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Air bersih kini menjadi barang berharga yang tak mudah didapat bagi warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Selama berbulan-bulan, warga harus menempuh jarak hingga 2 kilometer hanya untuk mendapatkan air yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎Kondisi tersebut dirasakan Yuda dan warga lainnya. Untuk mendapatkan air bersih guna minum, memasak, mencuci hingga mandi, mereka terpaksa mengambil air dari Stadion Mini milik Kecamatan Curug.
‎
‎"Jarak yang cukup jauh bukan satu-satunya persoalan. Sesampainya di lokasi, kami masih harus mengantre hingga 2 km dan bergantian mendapatkan air," ujar Yuda, Selasa (29/9/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi rutinitas yang harus dijalani selama kemarau panjang. Kebutuhan air rumah tangga tidak bisa ditunda. Sementara sumber air yang biasanya digunakan warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.
‎
‎"Kondisi itu membuat kami semakin bergantung pada distribusi bantuan air bersih dari pemerintah. Kami berharap bantuan dapat diberikan secara rutin selama musim kemarau belum berakhir," katanya.
‎
‎Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Muhammad Yani, mengungkapkan, pihaknya mulai memperluas distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan di empat titik yang berada di Kecamatan Panongan dan Curug.
‎
‎"Distribusi air bersih hari ini ada empat titik tersebar di dua kecamatan, di Kecamatan Panongan dan Curug. Ada 400 keluarga yang terdampak dan sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak," kata Yani.
‎
‎Menurutnya, kekeringan yang telah berlangsung sekitar 6 bulan, sejak Maret 2026, membuat warga mengalami krisis air bersih. Dari datanya, kekeringan telah dirasakan sekitar 400 keluarga atau 1.820 jiwa.
‎
‎"Kondisi ini membuat warga harus beradaptasi dengan terbatasnya air untuk kebutuhan paling dasar," ujarnya.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut