Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : ‎Pembiayaan B2B Topang Pendapatan, Manajemen Risiko Diperkuat
Advertisement . Scroll to see content

Pembiayaan Tumbuh di Kota Berkembang, Penyaluran Capai Rp5 Triliun

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:36 WIB
  • author Elva
Pembiayaan Tumbuh di Kota Berkembang, Penyaluran Capai Rp5 Triliun
Kini layanan pembiayaan terus tumbuh di kota berkembang. Foto INewsTangsel.id/Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Pertumbuhan industri pembiayaan mulai semakin tersebar ke kota-kota kecil dan berkembang. Kondisi tersebut tercermin dari peningkatan penyaluran pembiayaan YesssCredit, layanan pembiayaan yang dijalankan PT Pratama Interdana Finance dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai Rp5 triliun secara akumulatif hingga Juni 2026.

‎Direktur YesssCredit Sylvia Yulianti Sirait mengatakan, dalam dua tahun terakhir, total pembiayaan di kota-kota kecil dan berkembang mengalami pertumbuhan hingga 133%. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap pembiayaan tidak lagi terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi juga berkembang di berbagai daerah.

‎“Pertumbuhan pembiayaan kami selama dua tahun terakhir menunjukkan, kebutuhan pembiayaan hadir di berbagai wilayah dan tidak terbatas pada kota-kota besar,” ujar Sylvia, Kamis (1/10/2026).

‎Ia menjelaskan, sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jaringan pembiayaannya kini telah mencakup lebih dari 12.000 mitra toko di 31 provinsi dengan sekitar 8 juta pengguna terdaftar.

‎"Adapun pembiayaan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan konsumsi masyarakat, antara lain perangkat elektronik, komputer, laptop, perlengkapan rumah tangga hingga kendaraan listrik roda dua," imbuhnya.

‎Sylvia mengungkapkan, ekspansi pembiayaan ke berbagai wilayah juga perlu diikuti dengan penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab. Karena pemahaman konsumen mengenai biaya dan ketentuan pembiayaan menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan industri.

‎“Kami menyadari industri pembiayaan memiliki tanggung jawab besar. Karena itu, kami memastikan konsumen memahami biaya dan ketentuan pembiayaan dalam aplikasi,” tegasnya.

‎Selain aspek pemahaman konsumen, lanjutnya, perusahaan juga menyoroti perlindungan data pribadi serta ketersediaan kanal resmi untuk menangani pertanyaan dan keluhan konsumen. Karena perusahaan akan melakukan penilaian terhadap calon konsumen sebelum fasilitas pembiayaan diberikan. 

‎"Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penyaluran pembiayaan sekaligus mendorong praktik pembiayaan yang lebih bertanggung jawab," tegasnya.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut