Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Industri Pembiayaan Mulai Adopsi Teknologi AI untuk Pangkas Biaya Operasional
Advertisement . Scroll to see content

‎Pembiayaan B2B Topang Pendapatan, Manajemen Risiko Diperkuat

Selasa, 08 September 2026 | 17:54 WIB
  • author Elva
‎Pembiayaan B2B Topang Pendapatan, Manajemen Risiko Diperkuat
Acara Public Expose Live 2026 secara daring. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Bisnis pembiayaan menjadi penopang utama kinerja PT VENTENY Fortuna International Tbk (VTNY) pada Semester I 2026. Segmen B2B Financial Services mencatat pendapatan Rp60,9 miliar, tumbuh 8,1 persen secara tahunan dan menyumbang 57,5 persen terhadap total pendapatan perseroan.

‎"Secara keseluruhan, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp105,8 miliar pada paruh pertama 2026, naik 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Group CFO VENTENY Kaleb Solaiman, Selasa (8/9/2026).

‎Ia menjelaskan, pertumbuhan bisnis pembiayaan tersebut berlangsung di tengah dinamika industri pembiayaan dan perubahan lanskap regulasi sektor keuangan digital. Kondisi tersebut mendorong perseroan untuk tidak hanya mengejar ekspansi penyaluran, tetapi juga menjaga kualitas portofolio dan risiko kredit.

‎"Strategi kami ke depan diarahkan pada pertumbuhan yang dapat diperluas dengan tetap mempertahankan kualitas bisnis dan profitabilitas. Semester I 2026 bukan hanya dari pencapaian revenue, tetapi juga dari bagaimana kami terus memperkuat fundamental bisnis,” ujar Kaleb

‎Menurutnya, lini B2B Financial Services berperan dalam menyediakan akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha. Sementara bisnis B2B2E melalui Employee Super App memperluas sumber pendapatan dari layanan yang terhubung dengan perusahaan dan karyawan.

‎"Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan memperketat pengelolaan risiko kredit untuk menjaga kualitas aset dan mengantisipasi potensi gagal bayar. Manajemen juga menargetkan perputaran modal tetap optimal seiring dengan ekspansi pembiayaan," tegasnya.

‎Selain risiko kredit lanjutnya, aspek pendanaan menjadi perhatian dalam strategi bisnis berikutnya. Perseroan berencana memperluas jaringan penyaluran pembiayaan sekaligus memperkuat sumber pendanaan modal, termasuk melalui kemitraan dengan penyedia dana lokal.

‎"Langkah tersebut menjadi penting untuk menjaga kapasitas pembiayaan ketika perseroan memperluas pasar. Dengan demikian, pertumbuhan penyaluran diharapkan tetap sejalan dengan ketersediaan modal dan kemampuan pengelolaan risiko," ungkapnya.

‎Sementara itu, bisnis B2B2E mencatatkan pendapatan Rp44,9 miliar atau 42,5 persen dari total pendapatan Semester I 2026. Perseroan akan meningkatkan penetrasi produk dan monetisasi basis pengguna sebagai upaya memperbesar kontribusi segmen tersebut.

‎"Dengan komposisi pendapatan yang masih didominasi layanan pembiayaan, kinerja semester kedua akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan pembiayaan sekaligus mempertahankan kualitas portofolio dan struktur pendanaan," imbuhnya. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut