BKAD Tangsel Ingatkan OPD Jangan Menumpuk Penyerapan Anggaran di Akhir Tahun
CIPUTAT, iNewsTangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki realisasi anggaran rendah segera melakukan percepatan.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program dan pembangunan tidak menumpuk pada penghujung tahun.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel, Hadi Widodo, mengatakan rendahnya penyerapan pada semester pertama memang kerap terjadi pada OPD teknis yang menangani pekerjaan konstruksi, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, karakter pekerjaan konstruksi membuat realisasi anggaran biasanya baru meningkat setelah tahapan pekerjaan di lapangan berjalan.
“Kalau dilihat komposisi OPD yang rendah realisasinya itu di OPD teknis konstruksi. Memang trennya begitu setiap tahun. Penyerapan di OPD-OPD besar biasanya rendah di semester pertama, tapi semester kedua mulai meningkat, terutama kuartal keempat,” kata Hadi Widodo.
Meski pola tersebut terjadi setiap tahun, Hadi meminta kondisi itu tidak dijadikan alasan untuk menunda langkah percepatan.
Setiap OPD dengan serapan rendah diminta segera mengidentifikasi persoalan yang menyebabkan realisasi anggaran belum berjalan optimal.
“Seluruh OPD ini, terutama OPD yang serapannya rendah, perlu diambil langkah-langkah percepatannya. Kalau ada hambatan atau kendala terkait dengan realisasi yang masih rendah, segera carikan solusinya,” tegasnya.
Hadi menjelaskan, hambatan dalam realisasi anggaran dapat berasal dari berbagai aspek. Mulai dari persoalan teknis, penganggaran hingga pelaksanaan program dan kegiatan.
Karena itu, OPD diminta tidak menunggu hingga mendekati akhir tahun untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Koordinasi dapat dilakukan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), maupun BKAD.
“TAPD barangkali bisa memberikan solusi, memberikan jalan seperti apa. Kalau persoalannya terkait teknis, anggaran atau program kegiatan, bisa dikomunikasikan,” ujarnya.
Hadi menyebut berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, realisasi anggaran pada OPD teknis konstruksi biasanya mengalami lonjakan pada semester kedua. Bahkan, penyerapan dapat mendekati 90 persen atau lebih menjelang akhir tahun.
“Biasanya di akhir tahun sudah mendekati 90 persen. Di akhir tahun bisa sampai 90 persen lebih di OPD-OPD teknis konstruksi,” katanya.
Namun, percepatan tersebut tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan tahapan pelaksanaan pekerjaan dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah berharap anggaran yang telah dialokasikan dapat direalisasikan sesuai target sehingga program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
Dengan percepatan sejak sekarang, OPD diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan berbagai kendala sekaligus menghindari penumpukan pelaksanaan kegiatan pada akhir tahun.
Editor: Doni Marhendro