Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 305 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Libur Sementara, Distribusi Makanan Dihentikan
Advertisement . Scroll to see content

Makanan Program MBG Harus Aman, SPPG Tangerang Diawasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:49 WIB
  • author Elva
Makanan Program MBG Harus Aman, SPPG Tangerang Diawasi
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau SPPG Parahu 2, Kecamatan Sukamulya. Foto Istimewa

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Keamanan dan kecukupan gizi menjadi perhatian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang. Untuk itu, pemerintah daerah (Pemda) memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat diproses secara higienis dan didistribusikan sesuai prosedur.

‎"Kami sudah melihat secara langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Parahu," kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau SPPG Parahu 2, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/2026).
‎
‎Menurutnya, seluruh tahapan pengelolaan makanan, mulai dari persiapan bahan, proses memasak, kebersihan hingga distribusi kepada penerima manfaat, alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP.
‎
‎SPPG tersebut juga telah memperoleh sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan. Saya berharap, pola pengelolaan tersebut dapat diterapkan di SPPG lainnya,” imbuhnya.
‎
‎Ia menjelaskan, SPPG Parahu 2 saat ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Mereka terdiri dari balita, anak-anak jenjang TK, SD dan SMP, serta ibu hamil.


‎
‎"Aspek waktu distribusi juga menjadi perhatian karena makanan harus sampai kepada penerima manfaat dalam kondisi layak dikonsumsi. Pengiriman dilakukan menggunakan armada khusus dengan waktu tempuh maksimal sekitar 15 menit menuju titik penerima," ujarnya.
‎
‎Selain proses pengolahan dan distribusi, lanjutnya, wadah makanan juga mendapat perhatian. Makanan MBG disajikan menggunakan wadah ompreng yang kemudian dikembalikan setelah selesai digunakan untuk dibersihkan dan dipakai kembali.
‎
‎"Pelaksanaan MBG tidak cukup hanya dengan memastikan makanan tersedia. Kandungan gizi, kebersihan proses pengolahan, keamanan makanan serta ketepatan waktu distribusi harus menjadi bagian dari pengawasan," ungkapnya.
‎
‎Ia juga mendorong keterlibatan fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas, dalam memastikan menu yang disediakan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
‎
‎“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Maesyal.
‎
‎Diketahui, saat ini tercatat sekitar 316 SPPG telah tersertifikasi di Kabupaten Tangerang dan dan diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja lokal. Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 40 warga. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut