Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Henan Bidik Pasar Wisatawan Indonesia Lewat Promosi Budaya
Advertisement . Scroll to see content

‎Kemenekraf Dorong Hilirisasi Karya Fotografi ke Pasar Kreatif

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 01:42 WIB
  • author Elva
‎Kemenekraf Dorong Hilirisasi Karya Fotografi ke Pasar Kreatif
Pengunjung melihat pameran fotografi yang diselenggarakan Kemenekraf. Foto Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Karya fotografi dinilai memiliki peluang ekonomi yang lebih luas jika tidak berhenti sebagai gambar, tapi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah, seperti zine, buku foto, dan publikasi visual. Untuk itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong kolaborasi antara fotografer, penerbit, dan industri percetakan untuk memperluas pasar karya lokal.

‎Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi Kemenekraf dalam All Print Indonesia Expo ke-27 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7–10 Oktober 2026. Dalam pameran tersebut, menghadirkan pameran fotografi dan diskusi mengenai zine sebagai salah satu bentuk publikasi kreatif.

‎Menteri Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, langkah ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara subsektor fotografi, penerbitan, dan percetakan. Melalui kolaborasi tersebut, karya visual diharapkan dapat memasuki rantai produksi dan distribusi yang lebih luas sehingga membuka peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi kreatif.

‎"Pengembangan ekonomi kreatif perlu mendorong karya agar tidak berhenti pada tahap penciptaan, tapi berlanjut menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar," katanya, Jumat (9/10/2026).

‎Kolaborasi lintas subsektor, menurut dia, dapat memperkuat proses penciptaan, produksi, distribusi, hingga pemasaran. Dengan demikian, pelaku kreatif memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan daya saing dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

‎"Salah satu bentuk pengembangan tersebut adalah zine, publikasi independen yang memadukan fotografi, narasi, desain, dan proses cetak. Produk ini dapat menjadi alternatif bagi fotografer untuk mengemas karya sekaligus membangun jalur distribusi dan pemasaran secara mandiri," ungkapnya.

‎Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi menyampaikan, keterhubungan antara fotografi, penerbitan, dan industri percetakan dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas peluang pengembangan usaha kreatif. Karena fotografi tidak hanya berhenti pada proses penciptaan karya, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi beragam produk kreatif melalui kolaborasi dengan subsektor lain.

‎"Melalui penerbitan dan industri percetakan, karya fotografi dapat diolah menjadi media publikasi yang memiliki karakter, nilai tambah, dan peluang pasar yang lebih luas. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka kesempatan bagi pelaku ekonomi kreatif agar terus berinovasi, mengembangkan usahanya, dan meningkatkan daya saing,” ujar Cecep.

‎Ia menerangkan, pameran fotografi yang ditampilkan juga mengangkat karya dari pelatihan fotografi dan storytelling bertajuk Cerita Pulih: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra. Karya tersebut merekam kisah pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana, antara lain Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, dan Padang Pariaman.

‎"Selain menjadi medium dokumentasi sosial, karya-karya tersebut memperlihatkan potensi cerita lokal untuk dikembangkan menjadi produk publikasi yang memiliki nilai artistik dan ekonomi," ucapnya.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut