Henan Bidik Pasar Wisatawan Indonesia Lewat Promosi Budaya
JAKARTA, iNewsTangsel.id -Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo yang digelar di Bandung sebagai upaya memperkenalkan kekayaan peradaban dan budaya Henan kepada masyarakat Indonesia. Pameran ini sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan China.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 perwakilan pemerintah Indonesia, pelaku usaha, media, asosiasi bisnis China perantauan, serta lembaga kebudayaan dan pariwisata. Sehingga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata budaya Henan sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai potensi budaya dan pariwisata Henan diperkenalkan, mulai dari kota-kota kuno, seni bela diri, porselen, hingga budaya aksara China. Promosi dilakukan melalui pemutaran video, pertunjukan budaya, serta berbagai aktivitas yang menggambarkan perjalanan panjang peradaban di wilayah Henan.
Sebagai bagian dari upaya menarik minat pasar Indonesia, Henan juga memperkenalkan lima rute wisata yang dirancang khusus bagi wisatawan Indonesia, yakni The Center of Heaven and Earth, Kung Fu in the Central Plains, Poetic Land of Henan, Craftsmanship of the Heluo Region, dan A Culinary Journey to the Roots.
"Pengembangan paket wisata tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku industri perjalanan, maskapai, agen perjalanan, serta sektor pendukung pariwisata untuk memperluas kerja sama dan pertukaran wisatawan antara kedua negara," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dalam keterangan, Senin (7/9/2026).
Selain promosi destinasi, Pameran Budaya Heluo turut menampilkan berbagai warisan peradaban China, termasuk sejarah musik, warisan porselen, perkembangan aksara dan marga China, serta perkembangan sektor kebudayaan dan pariwisata.
Pameran juga mengangkat keterkaitan budaya lokal Indonesia dengan perjalanan peradaban dari Sungai Kuning hingga Laut Jawa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran budaya sekaligus menciptakan peluang kolaborasi di sektor ekonomi kreatif.
Erwan menjelaskan, Henan dan Indonesia memiliki sejumlah kesamaan budaya. Ia berharap kegiatan kebudayaan dari Henan dapat semakin banyak hadir di Indonesia.
"Melalui promosi budaya dan pariwisata tersebut, kerja sama Indonesia dan Henan diharapkan tidak hanya memperluas pertukaran budaya, tetapi juga mendorong peluang bisnis di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri pendukung lainnya," ungkapnya.
Sebelumnya, rangkaian promosi juga berlangsung melalui kegiatan budaya pop-up di Jakarta dan Bandung pada 1–3 September, lalu. Kegiatan digelar di sejumlah landmark budaya, pusat perbelanjaan, hingga universitas.
Sejumlah pelaku warisan budaya takbenda dari Henan turut menampilkan berbagai keahlian, seperti seni potong kertas, budaya dupa, pengobatan tradisional, upacara minum teh, keramik Tang Sancai, seni bela diri, dan musik tradisional Tiongkok.
Interaksi langsung antara pelaku budaya dan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk serta pengalaman budaya kepada pasar Indonesia. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan potensi pengembangan ekonomi berbasis budaya, mulai dari industri kerajinan, kuliner, pertunjukan, hingga paket wisata tematik.
Editor: Elva Setyaningrum