Pusat Data Indonesia Ditargetkan Tembus 2.000 MW, Ada Tantangan Besar di Balik Ledakan AI
Menurut dia, operator pusat data membutuhkan sistem kelistrikan yang telah dirakit dan divalidasi di pabrik sehingga tidak perlu mengintegrasikan berbagai komponen secara terpisah di lokasi proyek. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mempercepat pemasangan hingga sistem siap dioperasikan.
Power Pod mengintegrasikan sejumlah perangkat kelistrikan, termasuk switchgear, transformator, dan proteksi sirkuit, dalam satu unit berbentuk kontainer tertutup untuk pemasangan luar ruangan. Sistem pendukung seperti pendingin, proteksi kebakaran, pencahayaan, dan keamanan juga tersedia dalam unit tersebut.
Perangkat ini memiliki konfigurasi kapasitas 500 kW hingga 4.000 kW. Seluruh komponen dirakit dan diuji di pabrik sebelum dikirim, sedangkan pemasangan di lokasi proyek diklaim dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.
Selain sistem modular, teknologi Solid-State Transformer (SST) turut diperkenalkan untuk mendukung pengembangan arsitektur kelistrikan pusat data generasi berikutnya. Teknologi ini berpotensi mengurangi tahapan konversi daya dalam sistem arus searah tegangan tinggi atau high-voltage direct current (HVDC), sehingga kehilangan energi selama proses konversi dapat ditekan.
Meski demikian, percepatan pembangunan pusat data tidak hanya bergantung pada teknologi peralatan. Ketersediaan pasokan listrik, kesiapan jaringan, akses terhadap energi terbarukan, serta kepastian perizinan tetap menjadi faktor penting untuk mendukung ekspansi infrastruktur digital Indonesia.
Editor: Hasiholan Siahaan