Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Penggunaan Material Engineered Quartz Stone Semakin Diminati untuk Kebutuhan Dapur Estetis
Advertisement . Scroll to see content

Hilang 10 Hari, Gadis 16 Tahun Asal Tasikmalaya Ditemukan di Lantai Apartemen Mewah PIK 2 Tangerang 

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:15 WIB
  • author Tim INews Tangsel
Hilang 10 Hari, Gadis 16 Tahun Asal Tasikmalaya Ditemukan di Lantai Apartemen Mewah PIK 2 Tangerang 
Misteri hilangnya seorang gadis remaja berusia 16 tahun berinisial DL asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya terkuak secara mengejutkan. Foto: Ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id — Misteri hilangnya seorang gadis remaja berusia 16 tahun berinisial DL asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya terkuak secara mengejutkan. Korban yang sempat membuat heboh warga lokal berhasil ditemukan petugas di unit lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten.

Sebelumnya, DL dilaporkan menghilang tanpa jejak sejak Jumat (2/10/2026) malam saat menempati rumah kontrakannya seorang diri di Tasikmalaya. Korban diketahui sempat pamit untuk membeli makanan di sekitar tempat tinggalnya sebelum akhirnya tak kunjung kembali.

Tim penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak cepat mencari keberadaan korban tak lama setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Kerja keras petugas membuahkan hasil manis berkat koordinasi intensif bersama jajaran Polda Metro Jaya di lapangan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, mengapresiasi kinerja cepat anggotanya dalam melacak keberadaan remaja tersebut. "Alhamdulillah, kurang dari 24 jam sejak dilaporkan, korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang," ujar Heru, Senin (12/10/2026).

Meskipun sudah diamankan, kepolisian belum bisa menggali kronologi dan motif keberadaan DL di apartemen tersebut secara mendalam. Petugas memfokuskan perhatian pada kondisi trauma korban sehingga langsung menempatkannya di rumah aman khusus.

Heru membeberkan bahwa kondisi mental korban menjadi prioritas utama penanganan saat ini sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan. "Ya, masih harus mendapat penanganan pemulihan psikologisnya," kata Heru menegaskan.

Proses pelacakan kasus anak di bawah umur ini ditangani secara khusus oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya. Kasus ini sempat menemui jalan buntu karena upaya pencarian mandiri dari pihak keluarga korban tidak membuahkan hasil.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengungkapkan bahwa timnya sempat menghadapi hambatan besar saat menyisir lokasi penemuan. "Kami berangkat usai menemukan titik terang keberadaan korban di Tangerang. Tetapi itu tidak mudah, karena identitas korban sempat disamarkan saat menghuni apartemen," jelas Ringgo.

Penyelidikan maraton yang dimulai sejak Minggu dini hari akhirnya membuahkan titik terang setelah menyisir area sekitar hunian vertikal tersebut. "Penelusuran berlanjut sejak Minggu pukul 04.00 WIB ke berbagai lokasi yang dicurigai menjadi tempat korban berada. Hingga akhirnya korban berhasil ditemukan," tutur Josner menambahkan.

Kini remaja perempuan tersebut telah berada dalam perlindungan penuh pihak kepolisian guna proses pemulihan fisik dan mental. "Kami masih dalami motif korban hilang," ucap Josner.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut