Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cuaca Tangsel 16-24 Oktober 2026, Cerah di Akhir Pekan dan Berawan Mulai Senin
Advertisement . Scroll to see content

Sampel Air Rumah Warga Serpong Lagoon Mengandung E coli, Pemkot Evaluasi WTP

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:53 WIB
  • author Doni Marhendro
Sampel Air Rumah Warga Serpong Lagoon Mengandung E coli, Pemkot Evaluasi WTP
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan ketika meninjau lokasi Perumahan Serpong Lagoon di Setu. Foto: Istimewa.

SETU, iNewsTangsel.id – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta pengelola Water Treatment Plant (WTP) Perumahan Serpong Lagoon segera menyediakan pasokan air bersih alternatif bagi warga.

Langkah ini menyusul temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada tiga sampel air yang diperiksa di tengah kasus muntaber yang dialami warga, Jumat (16/10/2026).

Permintaan tersebut disampaikan Pilar saat bertemu warga bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. 

Pengelola diminta bertanggung jawab memenuhi kebutuhan air bersih warga sembari melakukan perbaikan menyeluruh terhadap instalasi pengolahan dan jaringan distribusi.

“Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi,” ujar Pilar.

Pilar menegaskan, pasokan air alternatif harus diawasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar kesehatan.

Sementara itu, penggunaan air dari WTP Serpong Lagoon harus dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan air tersebut memenuhi persyaratan kualitas.

Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) juga akan mengevaluasi instalasi pengolahan air untuk mengetahui kemungkinan masalah pada proses pengolahan maupun jaringan distribusinya.

Pengelola diminta membersihkan dan melakukan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan proses klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa guna mengidentifikasi kemungkinan kebocoran yang dapat menyebabkan kontaminasi.

“Jadi saya harapkan penyelesaiannya tidak bisa jangka pendek atau jangka menengah. Saya harap ini jangka panjang. Sekali lagi saya di sini karena care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap yang pasti nomor satu kepada warga kami. Maka dari itu duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak,” katanya.

Selain perbaikan teknis, Pilar meminta pengelola menuntaskan persyaratan administrasi dan terbuka kepada pemerintah daerah mengenai kendala yang dihadapi. Menurutnya, pembahasan mengenai kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan/PAM sebelumnya telah dilakukan, tetapi belum menemukan titik temu.

Pilar menekankan, perbaikan WTP tidak boleh dilakukan secara parsial. Seluruh proses, mulai dari pengolahan air hingga pendistribusian melalui jaringan perpipaan ke rumah warga, harus dievaluasi dan diperbaiki sesuai standar yang berlaku.

“WTP ini bisa dibenahi secara total. Bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Tangsel bersama Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan menunjukkan angka E. coli sebesar 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel air rumah warga yang menggunakan filter, serta 956 pada sampel air rumah warga yang tidak menggunakan filter.

Hasil tersebut menunjukkan adanya E. coli pada seluruh sampel yang diperiksa. Namun, sumber dan jalur kontaminasi masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan instalasi pengolahan, sumber air baku, serta jaringan perpipaan menuju rumah warga.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena air yang terkontaminasi bakteri E. coli berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama apabila digunakan untuk minum atau mengolah makanan tanpa pengolahan yang aman.

Pemkot Tangsel pun mendorong perbaikan menyeluruh agar pasokan air bagi warga kembali memenuhi standar kesehatan dan persoalan serupa tidak terulang.

Editor: Doni Marhendro

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut