Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rawan Begal, Warga Kresek Tangerang Tagih Janji Penerangan Jalan
Advertisement . Scroll to see content

Duka Warga Utara Tangerang: Saban Hari Mengadu Nasib di Atas Jalan Rusak 300 Km dan Lubang Maut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:21 WIB
  • author Elva
Duka Warga Utara Tangerang: Saban Hari Mengadu Nasib di Atas Jalan Rusak 300 Km dan Lubang Maut
Salah satu jalan rusak di Kabupaten Tangerang. Foto Istimewa

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Kerusakan jalan masih menjadi persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat Kabupaten Tangerang. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mencatat sekitar 300 kilometer (km) jalan mengalami kerusakan berat dari total 1.090 km jalan yang berada di bawah kewenangan kabupaten. Kondisi ini sangat menganggu aktivitas warga yang setiap hari menggunakan jalan untuk bekerja, bersekolah, berdagang, maupun mengakses layanan publik.

‎Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah mengatakan, tingkat kemantapan jalan di wilayahnya sudah mendekati 70 persen. Sementara itu, ruas jalan yang mengalami kerusakan masih membutuhkan penanganan secara bertahap. Kerusakan terparah banyak ditemukan di wilayah utara Kabupaten Tangerang.

‎"Kawasan tersebut kerap dilintasi kendaraan angkutan berat, termasuk truk yang membawa muatan melebihi kapasitas jalan," katanya, Selasa (20/10/2026).

‎Iwan menjelaskan, selain kendaraan bermuatan berlebih atau over dimension overload (ODOL), genangan air saat hujan turut memperburuk kondisi jalan, terutama pada ruas yang sistem drainasenya belum mampu mengalirkan air secara optimal.

‎"Perbaikan ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," tegasnya.

‎Salah satu warga Pakuhaji, Tanggul mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi. Karena itu, penanganan jalan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kehidupan warga.

‎"Dengan masih adanya sekitar 300 km jalan rusak berat, kami menantikan penanganan yang berkelanjutan agar akses perjalanan semakin aman dan kerusakan tidak terus menghambat aktivitas sehari-hari," ujarnya. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut