Banjir Tangerang Rusak Jalan, Aktivitas Warga Terganggu
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang sejak awal Januari 2026, tidak hanya merendam permukiman warga. Banjir juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur jalan rusak, sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menerangkan, sedikitnya ada 50 titik jalan di Kabupaten Tangerang yang mengalami kerusakan, mulai dari berlubang hingga rusak berat, yang berdampak pada mobilitas harian warga.
“Genangan air yang bertahan cukup lama menyebabkan permukaan jalan cepat mengalami kerusakan, sehingga mengganggu aktivitas warga,“ katanya, Jumat (6/2/2025).
Menurut Iwan, pendataan masih terus dilakukan di 27 kecamatan untuk memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh. Selain banjir, kerusakan jalan juga dipicu oleh kendaraan bermuatan berlebih yang tetap melintas di ruas jalan terdampak.
“Perbaikan sementara dilakukan menggunakan paving block pada sejumlah titik jalan yang rusak sambil menunggu cuaca ekstrem reda. Langkah ini diambil untuk menjaga aksesibilitas dan meminimalkan risiko kecelakaan yang sebentar lagi menjelang mudik Lebaran,” imbuhnya.
Secara terpisah, seorang pengemudi ojek online, Basri (47) mengatakan, akibat banjir kondisi permukaan jalan menjadi bergelombang, ada lubang menganga dan juga aspal yang terkelupas. Kondisi jalan yang rusak membuat setiap perjalanan terasa penuh risiko.
“Saya harus memperlambat laju kendaraan dan memilih jalur memutar untuk menghindari lubang yang kerap tertutup air saat hujan turun. Kalau tidak hafal, bisa langsung jatuh. Apalagi malam hari, lubangnya tidak kelihatan,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
Hal senada juga diungkapkan Mursidah (40), warga Kecamatan Rajeg, yang setiap pagi mengantar anak ke sekolah. Jalan rusak membuat waktu tempuh semakin lama dan menambah kekhawatiran akan keselamatan anak-anak.
“Jalannya harus pelan-pelan, biasanya 10 menit sudah sampai sekolah. Setelah banjir banyak jalan yang rusak, jadi sekarang bisa 20 menit lebih. Takut juga kalau motor terpeleset,” ungkapnya.
Dia mengaku, setiap hujan turun, jalan yang sudah ditambal kembali tergenang dan licin, membuat pengguna jalan harus ekstra waspada. Untungnya, warga saling mengingatkan kondisi jalan rusak melalui grup atau memasang tanda sederhana di lubang berbahaya.
“Meski jalan terganggu, kami harus tetap beraktivitas. Yang penting bisa dilewati dulu. Tapi kami berharap segera diperbaiki permanen, supaya tidak waswas setiap hari,” imbuhnya
Editor : Elva Setyaningrum