Kecam Perundungan di SMPN 10, Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan dan Buka Layanan Pengaduan Darurat
CIPUTAT, iNewsTangsel.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mewajibkan seluruh sekolah memperketat sistem pengawasan internal guna memutus budaya senioritas toksik hingga ke akar-akarnya. Langkah sistemik ini diambil buntut dari peristiwa perundungan yang terjadi di lingkungan SMPN 10 Tangerang Selatan.
"Sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman, penuh kasih sayang, dan ruang bertumbuh yang sehat bagi anak-anak di Tangerang Selatan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengecam keras tindakan kekerasan ini dan memastikan bahwa keselamatan serta pemulihan psikologis korban adalah prioritas mutlak," ujar Kepala Diskominfo Tangsel, Tubagus Asep Nurdin dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Asep menyatakan bahwa intervensi terukur harus dilakukan agar lingkungan belajar kembali kondusif. Fungsi Bimbingan Konseling di tiap satuan pendidikan diinstruksikan untuk lebih proaktif mendeteksi potensi intimidasi sejak dini.
“Dinas pendidikan bersama seluruh satuan pendidikan diwajibkan memperketat pengawasan internal serta mengaktifkan kembali fungsi bimbingan konseling,” kata Asep Nurdin. Pihaknya menekankan bahwa budaya sekolah harus dibangun di atas rasa saling menghargai.
Sebagai bentuk pencegahan konkret, Pemkot Tangsel membuka ruang pelaporan yang transparan, mudah diakses, dan dijamin aman bagi seluruh pelajar. Masyarakat maupun siswa yang melihat tindakan kekerasan dapat melapor langsung melalui hotline darurat 112.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan saluran pengaduan khusus melalui pesan WhatsApp di nomor 0813-8020-1112. Seluruh identitas pelapor dijamin kerahasiaannya agar anak-anak maupun orang tua memiliki keberanian untuk bersuara.
“Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional, dengan komitmen penuh menjaga kerahasiaan identitas pelapor,” terang Asep Nurdin. Langkah ini diharapkan mampu meredam rasa cemas warga terkait potensi ancaman susulan dari pelaku.
Pemkot Tangsel mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari guru hingga tokoh agama, untuk bersama-sama menciptakan ruang tumbuh yang sehat. Pencegahan perundungan memerlukan kepedulian bersama agar tidak ada lagi korban di masa depan.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar