Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Rawa Buntu Serpong Terapkan Uji Coba U-Turn, Ini Dua Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Pemkot Tangsel Kembangkan ITTS, Sistem Pengendalian Lalu Lintas Bakal Terintegrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB
  • author Doni Marhendro
Pemkot Tangsel Kembangkan ITTS, Sistem Pengendalian Lalu Lintas Bakal Terintegrasi
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan transformasi Area Traffic Control System (ATCS) menuju Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS). Foto: Doni Marhendro.

CIPUTAT, iNewsTangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan transformasi Area Traffic Control System (ATCS) menuju Intelligent Transport Tangerang Selatan (ITTS). 

Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas yang lebih modern, terintegrasi, dan responsif, Rabu (28/10/2026).

Kepala Dishub Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem transportasi berbasis teknologi.

“Transformasi ATCS menuju ITTS merupakan bagian dari upaya Pemkot Tangerang Selatan dalam mengembangkan sistem pengendalian lalu lintas yang lebih modern, terintegrasi, dan responsif," jelas Ayep Jajat Sudrajat. 

"Saat ini, kami fokus melakukan relokasi dan revitalisasi ruang kendali serta menyiapkan infrastruktur pendukung agar pengembangan sistem ini dapat berjalan secara bertahap,” ujarnya.

Saat ini, Dishub Tangsel tengah melaksanakan relokasi dan revitalisasi ATCS. Pekerjaan tersebut meliputi penataan ruang kendali, optimalisasi jaringan komunikasi, serta peningkatan kesiapan perangkat yang sudah tersedia.

Menurut Ayep, pengembangan ITTS diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pemantauan lalu lintas, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data dan kondisi aktual di lapangan.

“Ke depan, ITTS diharapkan tidak hanya membantu pemantauan lalu lintas, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat melalui pemanfaatan data dan teknologi. Kami ingin sistem ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Kondisi sistem ATCS yang berjalan saat ini masih cenderung mengandalkan respons petugas ketika terjadi kepadatan kendaraan atau gangguan lalu lintas. Sistem tersebut mencakup lima titik, yakni Simpang Gading Serpong, Bundaran Alam Sutera, Simpang German Center, Simpang Muncul, dan Bundaran Maruga.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, menjelaskan pengembangan ITTS diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pemantauan serta koordinasi penanganan kondisi lalu lintas.

“Pada sistem ATCS yang ada saat ini, pemantauan dan penanganan lalu lintas masih banyak bergantung pada respons petugas ketika terjadi kepadatan atau gangguan di lapangan," jelas Martha. 

"Melalui pengembangan ITTS, kami ingin mendorong sistem pemantauan yang lebih terintegrasi sehingga kondisi lalu lintas dapat diketahui secara lebih cepat dan penanganannya bisa lebih terkoordinasi,” tambahnya.

Martha menuturkan, pengembangan ITTS direncanakan dilakukan secara bertahap melalui perluasan jaringan ATCS, integrasi perangkat CCTV dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), serta pengembangan dashboard pemantauan lalu lintas secara real-time.

Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu arah pengembangan sistem tersebut.

Teknologi AI direncanakan untuk mendukung analisis kepadatan kendaraan, deteksi dini gangguan lalu lintas, hingga pengaturan lalu lintas yang lebih adaptif terhadap kondisi di lapangan.

“Pengembangan ke depan mencakup perluasan jaringan ATCS, integrasi CCTV dan APILL, serta penyediaan dashboard pemantauan secara real-time. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan juga direncanakan untuk membantu menganalisis kepadatan kendaraan dan mendeteksi potensi gangguan lalu lintas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penerapan teknologi tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung.

Pengembangan ITTS juga melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Dalam tahap relokasi dan revitalisasi ruang kendali ATCS, Dishub bekerja sama dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel.

Sementara itu, penataan jaringan komunikasi, optimalisasi infrastruktur server, dan konektivitas perangkat eksisting dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel.

Selain berfokus pada pengendalian persimpangan, ITTS direncanakan menjadi bagian dari ekosistem transportasi cerdas di Kota Tangsel.

Sejumlah layanan yang diarahkan untuk terintegrasi di antaranya Smart PJU, layanan angkutan sekolah SiOptimus, dan Smart Parking.

Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keterpaduan pengelolaan transportasi sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.

Melalui transformasi ATCS menuju ITTS, Pemkot Tangsel menargetkan sistem pengelolaan lalu lintas yang semakin aman, lancar, nyaman, dan berkelanjutan guna mendukung mobilitas masyarakat.

Keberhasilan pengembangan ini nantinya akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, integrasi antarsistem, serta kemampuan teknologi dalam mendukung pemantauan dan penanganan lalu lintas secara efektif.

Editor: Doni Marhendro

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut