Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Dorong Penguatan Layanan Bayi Tabung di Tengah Tingginya Kasus Infertilitas
Advertisement . Scroll to see content

Infertilitas Bukan Hanya Masalah Perempuan, Kapan Harus Diperiksa?

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:05 WIB
  • author Elva
Infertilitas Bukan Hanya Masalah Perempuan, Kapan Harus Diperiksa?
Pemeriksaan fertilitas perlu melibatkan kedua pasangan. Foto Istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - ‎Kesulitan memperoleh keturunan tidak selalu disebabkan oleh masalah kesuburan pada perempuan. Faktor laki-laki juga dapat memengaruhi peluang kehamilan sehingga pemeriksaan fertilitas perlu melibatkan kedua pasangan.

‎Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialisasi fertilitas dan endokrinologi reproduksi dari RS Brawijaya Antasari, dr. Mohammad Haekal mengatakan, pemeriksaan kesuburan penting untuk mengetahui penyebab kesulitan hamil sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

‎"Evaluasi fertilitas dapat membantu pasangan memahami kondisi reproduksi masing-masing sebelum menentukan langkah selanjutnya, mulai dari upaya kehamilan alami, inseminasi, hingga program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF)," katanya, di Jakarta, Sabtu (31/10/2026). 

‎Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi organ reproduksi perempuan, tetapi juga mencakup kesehatan reproduksi laki-laki, termasuk kualitas sperma. Dengan mengetahui faktor yang memengaruhi kesuburan, penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis pasangan.

‎"Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kehamilan adalah usia perempuan. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur cenderung menurun sehingga peluang keberhasilan kehamilan, termasuk melalui program bayi tabung, dapat berkurang," terangnya.

‎Dr. Haekal menjelaskan, peluang keberhasilan IVF pada perempuan berusia di bawah 35 tahun dapat mencapai sekitar 65 persen. Sementara itu, pada perempuan berusia 35 tahun, angka yang disebutkannya dapat turun menjadi sekitar 30 persen.

‎"Angka tersebut merupakan gambaran yang disampaikan dokter dan bukan jaminan keberhasilan bagi setiap pasien," tegasnya.

‎Ia menerangkan, peluang kehamilan juga dipengaruhi kondisi kesuburan, cadangan sel telur, kualitas sperma, serta metode dan indikator keberhasilan yang digunakan. Karena itu, usia perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pemeriksaan dan menyusun rencana kehamilan.

‎"Makanya, pasangan suami istri disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila belum memperoleh kehamilan setelah 12 bulan melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi," imbuhnya. 

‎Ia mengungkapkan, pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal apabila perempuan berusia 35 tahun atau lebih, mengalami gangguan menstruasi, atau memiliki kondisi yang berpotensi memengaruhi kesuburan, seperti sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS) dan endometriosis.

‎"Riwayat gangguan reproduksi pada laki-laki juga menjadi alasan untuk mempertimbangkan evaluasi lebih dini, " kata dr. Haekal. 

‎Menurut dr. Haekal, pemeriksaan diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kesulitan hamil dan menentukan pendekatan penanganan yang tepat. Secara umum, banyak pasangan memperoleh kehamilan dalam tahun pertama. 

‎"Namun, angka keberhasilan secara populasi tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda pemeriksaan apabila terdapat faktor risiko atau kondisi medis tertentu," ucapnya. 

‎Ia menambahkan, teknologi reproduksi berbantu, termasuk IVF, menjadi salah satu pilihan penanganan bagi pasangan yang mengalami infertilitas. Namun, tidak semua pasangan membutuhkan prosedur tersebut.

‎"Pilihan penanganan bergantung pada penyebab kesulitan hamil, usia perempuan, kondisi sperma, serta hasil pemeriksaan medis. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan upaya kehamilan alami dengan pemantauan, pengobatan, inseminasi, atau tindakan medis lainnya," katanya. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut