Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : ‎Demi Air Bersih, Warga Harus Bolak-balik ke Musala
Advertisement . Scroll to see content

‎Waspada Banjir, Warga Kota Tangerang Dilarang Buang Sampah ke Kali Angke

Jum'at, 06 November 2026 | 12:39 WIB
  • author Elva
‎Waspada Banjir, Warga Kota Tangerang Dilarang Buang Sampah ke Kali Angke
Petugas sedang mengangkut sampah dari sungai. Foto Istimewa

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel.id -Ancaman banjir di kawasan bantaran Kali Angke bukan hanya dipicu tingginya curah hujan. Tumpukan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran sungai turut memperbesar risiko air meluap hingga menggenangi permukiman warga. Persoalan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang, Banten. 

‎Wali Kota Tangerang Sachrudin mengingatkan, masyarakat agar tidak menjadikan sungai maupun kali sebagai tempat pembuangan sampah. Karena sampah berukuran besar yang dibuang ke sungai dapat menghambat aliran air sekaligus mempercepat pendangkalan. 

‎"Ketika musim hujan datang dan debit air meningkat akan semakin berisiko terjadi pendangkalan. Sampah rumah tangga dengan ukuran besar bisa jadi menghambat aliran dan menyebabkan air melimpas ketika ada kenaikan debit," kata Sachrudin, Jumat (6/11/2026).

‎Ia menjelaskan, persoalan sampah di Kali Angke juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi aliran sungai yang melintasi sejumlah wilayah. Aliran Kali Angke berasal dari wilayah lain, termasuk Kota Tangerang Selatan. Karena itu, asal sampah yang ditemukan di sungai belum dapat dipastikan.

‎"Perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir. Terlebih, pemerintah saat ini tengah melakukan upaya penanganan pendangkalan melalui program normalisasi yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," terangnya. 

‎Untuk itu, Sachrudin mengajak masyarakat membangun kesadaran dalam menjaga lingkungan. Karena kali dan sungai adalah sumber kehidupan.  Jadi, jangan sampai sampah menjadi bencana bagi lingkungan sekitar. 

‎"Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, persoalan ini bukan sekadar urusan kebersihan lingkungan. Kapasitas sungai menampung air berkaitan langsung dengan keamanan rumah dan aktivitas sehari-hari warga, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan Tangerang," ungkapnya. 

‎Sachrudin mengatakan, Kali Angke merupakan salah satu kawasan rawan banjir yang memiliki lebih dari tujuh titik perhatian. Penanganannya membutuhkan kerja sama lintas wilayah karena dampak luapan sungai tidak hanya dirasakan satu daerah.

‎"Kami berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat memperkuat koordinasi untuk mengatasi persoalan tersebut dari sumbernya," imbuhnya. 

‎Apalagi, menurut dia, aliran Kali Angke ini merupakan salah satu kawasan rawan banjir, dengan lebih dari tujuh titik yang perlu mendapat perhatian. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan persoalan banjir bisa diatasi bersama. 

‎"Upaya mengurangi risiko banjir di kawasan Kali Angke tidak hanya bergantung pada pekerjaan, untuk itu masyarakat diminta kesadaran menjaga sungai dari sampah agar aliran air tetap lancar dan permukiman di sekitarnya tidak terus dihantui ancaman banjir," tutupnya. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut