Menangani 18,9 Juta Pengunjung, Kesiapan Keselamatan Venue Jadi Perhatian
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Meningkatnya penyelenggaraan pameran, konser, konferensi, dan kegiatan berskala besar di Indonesia membuat standar keselamatan venue menjadi perhatian penting. Pengelola lokasi acara dituntut tidak hanya menyediakan kapasitas ruang, tetapi juga memastikan keamanan pengunjung, pekerja, serta kelancaran operasional selama kegiatan berlangsung.
Kompleksitas penyelenggaraan event juga menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari pengaturan arus pengunjung, pengawasan pekerjaan konstruksi sementara, pengelolaan logistik hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat. Tanpa sistem pengamanan dan koordinasi yang memadai, tingginya aktivitas dalam satu kawasan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun gangguan operasional.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari perkembangan industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di Indonesia. Salah satu pengelola venue yang mencatat pengalaman menangani kegiatan berskala besar adalah Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, yang sejak 2015 hingga November 2026 telah menjadi lokasi lebih dari 3.300 acara dengan jumlah pengunjung mencapai 18,9 juta orang.
General Manager ICE BSD City Siti Karmila mengatakan, pengalaman menangani berbagai jenis acara menunjukkan bahwa kapasitas gedung bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan event.
“Yang sama pentingnya adalah kesiapan operasional, kompetensi tim, sistem keselamatan, akses, dan kemampuan mengelola berbagai kebutuhan secara bersamaan. Faktor-faktor tersebut menjadi semakin penting ketika skala dan kompleksitas sebuah acara meningkat,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Editor: Hasiholan Siahaan