JAKARTA, iNewsTangsel.id- Teknologi terapi sel punca (stem cell) kini semakin mudah diakses di Indonesia. Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking resmi menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman untuk menghadirkan layanan stem cell berkualitas tinggi bagi anggota pertahanan negara dan masyarakat luas.
Kolaborasi ini juga mencakup penyimpanan tali pusat bayi baru lahir, membuka peluang lebih besar bagi pemanfaatan teknologi regeneratif di masa depan.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Vinski Tower, Jakarta, pada Rabu (26/2/2025). Acara ini dihadiri oleh Kepala Rumah Sakit, Kolonel Ckm DR. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, serta Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, yang dikenal sebagai pakar sel punca terkemuka dan Presiden World Council of Stem Cell di Geneva, Swiss.
Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam pemanfaatan teknologi sel punca yang menurut penelitian membantu menyembuhkan lebih dari 80 jenis penyakit termasuk Stroke, Diabetes, Dementia, Alzheimer, Parkinson, Auto imune, Gagal ginjal, Penyakit Jantung, Kanker dan Autism serta berbagai penyakit degeneratif.
Diharapkan adanya kolaborasi ini memberikan manfaat besar khususnya dalam mendukung layanan Stem Cell serta Kedokteran Anti aging Regenerative bagi para anggota pertahanan negara serta masyarakat luas.
Sebagai rumah sakit modern dengan 26 lantai, RSPPN terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan dengan teknologi canggih. DR. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, menegaskan bahwa kehadiran terapi stem cell di RSPPN merupakan langkah maju dalam mendukung kesehatan anggota pertahanan negara dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia mendapatkan akses ke teknologi medis terbaik, tanpa harus pergi ke luar negeri," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (26/2/2025).
Dengan adanya layanan ini, pasien dapat menjalani terapi regeneratif tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Selain menghadirkan layanan terapi, kerja sama ini juga mencakup penelitian, pengembangan, serta pelatihan tenaga medis.
Deby Vinski menegaskan komitmennya untuk mengadakan pelatihan sertifikasi internasional bagi 12 dokter spesialis dari RSPPN. Sertifikasi ini akan diberikan oleh World Council of Stem Cell, memperkuat kapasitas tenaga medis dalam menangani terapi sel punca.
Dalam kesempatan tersebut, CEO Vinski Tower, Natasha Vinski Borneo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang besar dalam meningkatkan standar layanan kesehatan regeneratif di Indonesia.
“Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi bertaraf internasional, tenaga medis Indonesia akan semakin siap dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pasien yang membutuhkan terapi sel punca,” ujarnya.
Kolaborasi antara Celltech dan RSPPN juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengembangkan health tourism di Indonesia.
Dengan fasilitas medis yang semakin maju dan tenaga medis yang berkualitas, Indonesia diharapkan dapat menjadi destinasi utama bagi pasien yang mencari terapi sel punca.
Celltech sendiri telah berkolaborasi dengan berbagai institusi medis nasional dan internasional, termasuk RS POLRI, RS Kanker Dharmais, RS PON, RS KMC, serta mitra global seperti Swiss Biotech Switzerland, Institute Bioregulator Rusia, dan EFHRE International University Barcelona, Spanyol.
Dengan adanya kerja sama ini, Celltech dan RSPPN berkomitmen terus menghadirkan inovasi dalam dunia medis, mendukung ketahanan kesehatan bangsa, serta menjadikan Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan regeneratif berstandar internasional.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait