JAKARTA, iNewsTangsel.id - Berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di sejumlah daerah dapat memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, baik itu komunitas, pelaku usaha kecil, dan pekerja informal.
Seperti yang dijalankan Aqua dengan sejumlah program yang berfokus pada pemberdayaan, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil. Sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Atas kontribusi tersebut, perusahaan itu menerima penghargaan kategori penggerak CSR di ajang Anugerah Penggerak Nusantara 2025 yang digelar iNews Media Group. Penghargaan tersebut diberikan kepada lembaga yang dianggap memiliki peran signifikan dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat lokal maupun nasional.
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menjelaskan, penghargaan yang diterimanya tidak lepas dari kontribusi para pekerja serta jaringan mitra yang terlibat dalam program-program sosial perusahannya.
“Apalagi, inisiatif CSR kami berjalan melalui kolaborasi dengan lebih dari 1.000 karyawan, 2 juta pedagang serta mitra-mitra kami di bidang CSR," kata Arif, di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Dia mengungkapkan, sejumlah program yang dijalankan perusahaannya tidak hanya fokus pada isu lingkungan, tetapi juga memberikan efek ganda bagi ekonomi masyarakat. Melalui kampanye edukasi publik dan penyediaan fasilitas pengumpulan sampah, program #BijakBerplastik membuka ruang ekonomi baru bagi pelaku daur ulang serta UMKM yang bergerak di rantai pengelolaan sampah.
“Selain itu, program konservasi air seperti penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan turut membuka peluang kerja di sektor lingkungan serta menumbuhkan aktivitas ekonomi lokal berbasis pengelolaan sumber daya alam,” paparnya.
Dia menerangkan, pihaknya juga menjalankan program pembiayaan mikro yang membantu komunitas membangun sistem penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (KP-SPAMS). Skema ini memberikan akses pembiayaan yang lebih aman bagi warga, sekaligus mendorong terbentuknya koperasi dan usaha mikro di sekitar wilayah operasional.
“Model pemberdayaan ekonomi ini dinilai membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman non bank yang berisiko tinggi, serta memperluas kesempatan bagi warga untuk mengembangkan usaha produktif.
Dia menambahkan, melalui rangkaian program sosial dan kemitraan tersebut, pihaknya dianggap berperan dalam memperkuat ekonomi lokal, baik melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan literasi lingkungan, maupun pengembangan usaha kecil.
“Penghargaan yang diterima menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya kolektif tersebut, bukan hanya kepada perusahaan, tetapi juga komunitas dan para pelaku ekonomi yang terlibat,” tutup Arif.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
