Alhasil,semua aktor ikut berbagi pengalaman bagaimana seluruh kru dan pemain harus beradaptasi total untuk mengimbangi improvisasi atau hal spontan yang dilakukan oleh sang 'Mama Donda'.
Naysila Mirdad, yang berperan sebagai menantu Andara, mengakui bahwa bekerjasama dengan Bunda Corla harus membutuhkan penyesuaian besar. "Kita itu harus menerima orang, apalagi ketika menjadi rekan kerja, lengkap dengan karakter dan latar belakangnya," ujar Naysila.
Sophie Navita, pemeran Rembulan, menambahkan bahwa pengalaman Bunda Corla di layar besar yang minim menuntut seluruh tim untuk bekerja ekstra. "Ketika awal-awal, mungkin beliau juga kaget kok harus ada take yang diulang-ulang. Dia yang punya skrip di kepalanya sendiri," ungkapnya.
Para pemain pun mengungkap, film ini tidak hanya menjual kelucuan Bunda Corla, tetapi juga menyentil isu penting soal dinamika dan problema keluarga dan keberanian untuk bersuara terutama untuk para menantu kepada mertuanya.
Menurut Sophie Navita, salah satu pesan utama film ini adalah untuk menyadarkan penonton bahwa tidak ada keluarga yang sempurna. Setiap keluarga, menurutnya, pasti punya keributan dan masalahnya masing-masing.
"Enggak ada keluarga sempurna. Jadi mau seperti apapun keluargamu berantakannya kayak apa, itu kamu tidak bisa memilih.l Memang kita ditaruh di situ untuk bertumbuh," kata istri musisi Pongki Barata ini menyambung.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
