TANGERANG. iNewsTangsel.id - Masalah penerangan jalan umum (PJU) masih menjadi keluhan warga di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. Keterbatasan anggaran membuat persoalan ini belum sepenuhnya teratasi. Di tengah keluhan warga soal jalan yang masih gelap pada malam hari, pemerintah daerah mulai melirik praktik penanganan PJU di daerah lain sebagai bahan pembelajaran, salah satunya Kota Madiun.
“Masalah PJU memang belum sepenuhnya tertangani. Keterbatasan anggaran membuat penanganannya harus dilakukan secara bertahap dan melalui perencanaan jangka panjang,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, Rabu (7/1/2026).
Erwin menjelaskan, tantangan terbesar terletak pada luas wilayahnya yang mencapai hampir 1.000 kilometer persegi. Luasnya jauh lebih besar dibanding kota-kota lain yang sudah lebih dulu menuntaskan persoalan PJU.
“Untuk membuat seluruh wilayah ini terang, dibutuhkan anggaran sekitar Rp500 miliar. Angka tersebut masih berupa estimasi awal dan tengah dikaji bersama Dinas Perhubungan,” ucapnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Erwin menyebut pihaknya mulai mempelajari model pengelolaan PJU di Kota Madiun, Jawa Timur. Dengan luas wilayah 33,23 kilometer persegi mengalokasikan sekitar Rp100 miliar untuk PJU.
“Alokasi anggaran itu dengan skema cicilan selama 10 tahun melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Setelah lunas, aset itu diserahkan kepada pemerintah,” kata Erwin.
Menurutnya, skema KPBU ini mulai dipertimbangkan sebagai alternatif pembiayaan sebagai perencanaan jangka panjang karena mencakup aspek perawatan yang selama ini kerap membebani APBD.
“Skema pembiayaan ini memungkinkan pemeliharaan PJU dilakukan secara berkelanjutan. Pembangunan dan pemeliharaan PJU dilakukan oleh pihak swasta. Sedangkan, pemerintah membayar secara berkala berdasarkan kualitas layanan,” paparnya.
Erwin mengatakan, gagasan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan kajian mendalam. Pihaknya saat ini tengah mengkaji sejumlah opsi pembiayaan alternatif, termasuk kerja sama dengan pihak swasta, agar pembangunan dan pemeliharaan PJU dapat berjalan lebih efisien.
“Diharapkan, pembelajaran dari daerah lain dapat membantu wilayah ini menemukan formula yang paling sesuai dengan kondisi wilayah dan kemampuan keuangan daerah,” imbuhnya.
Dia menambahkan, penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung pada keselamatan dan produktivitas.
“Semua wilayah Kabupaten Tangerang idealnya harus terang benderang,” tegas Erwin.
Dia menjelaskan, data Dinas Perhubungan mencatat, saat ini terdapat 1.750 titik PJU yang mengalami gangguan atau tidak berfungsi. Sebanyak 754 unit, di antaranya merupakan PJU tenaga surya hibah dari Kementerian ESDM.
“Kami telah mengajukan permohonan perbaikan, namun hingga kini belum ada kepastian waktu pelaksanaannya,” terang Erwin.
Sementara itu, lanjut dia, sebanyak 945 unit PJU lainnya merupakan aset Pemkab Tangerang. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 unit telah diperbaiki secara bertahap, terutama menjelang pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Untuk perbaikan PJU tersebut memanfaatkan stok bohlam tahun anggaran 2025. Adapun 245 titik sisanya direncanakan akan ditangani pada 2026,” imbuhnya.
Editor : Elva Setyaningrum
