89 Balita di Tangerang Suspek MR, Orang Tua Diminta Lengkapi Imunisasi Anak

Elva
Ilustrasi seorang balita sedang melakukan imunisasi campak. (Foto: Ist)

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Sepanjang tahun 2025, sebanyak 89 balita di Kabupaten Tangerang tercatat sebagai suspek measles/campak dan rubella (MR). Mayoritas kasus menyerang balita yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi mengatakan,  kasus-kasus tersebut tersebar di 12 kecamatan dengan jumlah bervariasi antara satu hingga lima kasus per wilayah. 

“Dua wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni Kecamatan Kosambi sebanyak 12 kasus dan Teluknaga 8 kasus,” kata dr. Hendra, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, seluruh kasus yang tercatat masih berstatus suspek dan telah ditangani dengan pemantauan petugas kesehatan sesuai prosedur surveilans epidemiologi. Hingga saat ini, kondisi penyebaran penyakit dinilai masih dalam tahap terkendali.

“Bagi para orang tua diimbau untuk tidak menyepelekan imunisasi campak secara lengkap sebagai perlindungan dasar bagi anak,” tegas dia.

Dia menjelaskan, campak dan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dan dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. 

“Campak dan rubella bukan sekadar penyakit ringan dengan ruam dan demam, tetapi dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, radang otak (ensefalitis), hingga gangguan pertumbuhan bila tidak ditangani dengan baik,” terang dia. 

Dia mengungkapkan, sebagai upaya pencegahan, pihaknya memastikan akan terus menggencarkan program imunisasi MR. Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di setiap wilayah.

“Meski jumlah kasus meningkat, kami pastikan kondisi penyebaran masih dalam tahap terkendali dan belum mengarah pada kejadian luar biasa (KLB). Namun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui penguatan surveilans dan edukasi kepada masyarakat,” paparnya. 

Selain imunisasi, lanjut dr. Hendra, para orang tua diminta untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya di puskesmas atau posyandu terdekat. Selain itu, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala demam disertai ruam agar dapat ditangani lebih cepat.

“Melalui peningkatan cakupan imunisasi dan deteksi dini, kami berharap penyebaran campak dan rubella dapat ditekan serta kesehatan anak-anak tetap terjaga. Karena deteksi dini dan pelaporan cepat dinilai penting untuk mencegah penularan lebih luas,” pungkas dr. Hendra. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network