Film Warung Pocong Angkat Kisah Anak Muda Terhimpit Ekonomi dalam Balutan Komedi Horor

Thomas Manggala
Film ini berusaha menjaga keseimbangan antara unsur horor dan komedi agar penonton tetap merasakan ketegangan tanpa kehilangan sisi hiburan. Foto Thomas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan film bergenre komedi horor berjudul Warung Pocong. Film yang disutradarai Bendolt ini menghadirkan cerita ringan namun relevan dengan kehidupan anak muda, terutama mereka yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

Film ini mengisahkan tiga pemuda Jakarta yang terjebak masalah keuangan dan menerima tawaran pekerjaan menjaga sebuah warung di desa terpencil. Alih-alih mendapatkan penghasilan besar, mereka justru harus menghadapi teror pocong yang tidak terduga.

Tiga karakter utama diperankan oleh Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil. Mereka berperan sebagai pemuda yang nekat mengambil pekerjaan berisiko demi keluar dari kesulitan ekonomi.

Fajar Nugra yang memerankan tokoh Kartono mengatakan karakter yang ia bawakan sangat dekat dengan realitas masyarakat saat ini. “Karakter saya orang biasa yang sedang kepepet secara ekonomi.

Banyak orang pernah berada di posisi bingung dan terdesak. Bedanya di film ini, keputusan yang salah justru berujung ketemu pocong,” ujar Fajar saat ditemui di FX Plaza, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).

Hal senada disampaikan Randhika Djamil yang memerankan tokoh Makmur, mantan karyawan yang menjadi korban investasi bodong. Ia menilai karakter tersebut mencerminkan kondisi sebagian masyarakat yang terjebak dalam situasi sulit.

“Makmur ini sangat tidak makmur. Dia kehilangan pekerjaan karena perusahaannya bermasalah setelah investor mundur. Jadi saat ada tawaran kerja dengan bayaran besar, dia langsung menerima karena sangat membutuhkan,” kata Randhika.

Sementara itu, Sadana Agung yang memerankan Agus mengaku melakukan perubahan fisik demi mendalami karakter. Ia bahkan menurunkan berat badan sekitar dua kilogram agar terlihat lebih meyakinkan sebagai sosok yang tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Selain trio komika tersebut, film ini juga diperkuat oleh aktris Shareefa Daanish dan Arla Ailani, yang selama ini dikenal lewat peran dalam film horor serius. Dalam film ini, keduanya tampil dalam nuansa komedi tanpa meninggalkan aura misterius.

Shareefa Daanish mengaku merasakan suasana kerja yang berbeda saat beradu akting dengan para komika. Menurutnya, dinamika antara unsur komedi dan horor justru membuat proses produksi terasa lebih segar.

Patricia Gunadi menyebut film tersebut menjadi langkah penting bagi rumah produksi dalam menghadirkan karya yang dekat dengan penonton.
“Film ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sutradara Bendolt menambahkan bahwa film ini berusaha menjaga keseimbangan antara unsur horor dan komedi agar penonton tetap merasakan ketegangan tanpa kehilangan sisi hiburan. “Penonton bisa merasakan tegang sekaligus tertawa. Kami ingin membuat horor yang tetap seram tetapi ringan dan menghibur,” katanya.

Film Warung Pocong dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April 2026. Kisah tentang tekanan ekonomi, tawaran pekerjaan menggiurkan, hingga keputusan nekat yang berujung petaka diharapkan dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus terasa dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network