Bukber, THR, dan Mudik Lebaran Picu Lonjakan Transaksi QRIS hingga 111%

Eka Maria
Sekitar 62 persen masyarakat mengaku mengalokasikan anggaran antara Rp1 juta hingga Rp3 juta untuk berbagai kegiatan seperti bukber selama Ramadan. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga periode dengan lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai kebutuhan mulai dari makanan sahur dan berbuka, tradisi berbagi, hingga persiapan mudik dan perayaan Lebaran membuat pengeluaran rumah tangga meningkat selama bulan puasa.

Data Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30–40 persen selama Ramadan 2025. Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas serta produktivitas masyarakat sepanjang bulan suci.

Survei yang dilakukan Snapcart pada 2025 juga menunjukkan sekitar 75 persen masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat selama Ramadan. Kenaikan belanja terutama terjadi untuk kebutuhan makanan, pakaian, serta berbagai persiapan menyambut Idulfitri.

Selain itu, aktivitas sosial seperti buka puasa bersama dan ngabuburit tetap menjadi tradisi yang banyak diminati. Sekitar 62 persen masyarakat mengaku mengalokasikan anggaran antara Rp1 juta hingga Rp3 juta untuk berbagai kegiatan tersebut selama Ramadan.

Di sisi lain, tren transaksi digital juga meningkat pesat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga 111 persen per pengguna secara tahunan.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network