JAKARTA, iNewsTangsel.id - Industri e-commerce di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat seiring meningkatnya transaksi belanja digital dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan kanal online. Kondisi ini mendorong pelaku usaha, khususnya enterprise brand, untuk melakukan penyesuaian strategi agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.
Langkah ini dilakukan seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar AS pada 2030, dengan sektor e-commerce sebagai motor utama. Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar global turut mendorong pelaku industri untuk beradaptasi lebih cepat.
Founder dan CEO SIRCLO, Brian Marshal, mengatakan bahwa kemampuan membaca perubahan pasar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya membuka peluang pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang lebih kompleks bagi pelaku industri.
“Perubahan perilaku konsumen dan model perdagangan digital menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam mengelola operasional dan strategi penjualan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Sejalan dengan itu, pelaku industri menilai kompleksitas ekosistem e-commerce kini semakin meningkat, mulai dari pengelolaan kanal penjualan, logistik, hingga pemanfaatan data konsumen. Hal ini membuat integrasi sistem digital menjadi kebutuhan utama agar bisnis dapat berjalan lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar yang dinamis.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
