Perbaikan Flyover Ciputat Tanpa Informasi dan Sosialisai Dikeluhkan Pengendara

Doni Marhendro
Aktivitas perbaikan di Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tanpa informasi dan sosialisasi. [Foto: Doni M]

CIPUTAT, iNewsTangsel – Aktivitas perbaikan di Flyover Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mulai dirasakan langsung oleh para pengguna jalan. Sejumlah pengendara menilai kondisi jalan yang sebelumnya berlubang kini berpotensi membaik seiring dilakukannya revitalisasi.

Proyek yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten ini menelan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk penanganan sepanjang kurang lebih 700 meter, Jumat (24/4/2026).

Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya mencakup pengupasan aspal lama dan penggantian dengan aspal baru jenis hotmix, tetapi juga meliputi perbaikan badan jalan, pengurasan drainase, pembersihan area, hingga pengecatan ulang.

Pelaksana proyek, Ali Mudin Usman, menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan pada malam hari, yakni mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Langkah ini diambil untuk menghindari kemacetan di salah satu jalur dengan volume kendaraan tinggi di wilayah Tangsel.

“Pekerjaan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai 05.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemacetan,” ujar Ali.

Ia menambahkan, proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua minggu, dengan catatan kondisi cuaca mendukung selama proses pengerjaan berlangsung.

Bagi para pengguna jalan, perbaikan ini menjadi kabar baik. Flyover Ciputat selama ini dikenal sebagai titik dengan lalu lintas padat, sehingga kerusakan jalan kerap menimbulkan ketidaknyamanan bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau jalannya bagus tentu lebih aman dan nyaman, apalagi ini jalur yang selalu ramai setiap hari,” ujar Koko (31), salah satu pengendara.

Namun di balik apresiasi tersebut, muncul catatan dari masyarakat terkait minimnya informasi proyek di lokasi. Hingga saat ini, tidak terlihat papan informasi proyek yang umumnya memuat detail pekerjaan, seperti nilai anggaran, pelaksana, dan durasi pengerjaan.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa kurang mendapatkan transparansi, mengingat proyek ini dibiayai dari anggaran publik.

“Kalau ada papan proyek, masyarakat bisa tahu siapa yang mengerjakan, berapa lama durasinya, dan sumber dananya dari mana,” tambahnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Sutarto, menjelaskan bahwa papan informasi sebenarnya sempat dipasang. Namun, khusus untuk lokasi di Ciputat, papan tersebut ditarik kembali karena alasan keamanan.

“Papan proyek sebenarnya ada, termasuk di Balaraja dan Ciputat. Namun yang di Ciputat kami tarik karena berpotensi diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk total anggaran sekitar Rp11 miliar setelah dipotong PPN, sedangkan khusus Flyover Ciputat sekitar Rp3 miliar,” jelas Sutarto kepada wartawan.

Meski demikian, masyarakat berharap ada solusi agar informasi proyek tetap dapat diakses tanpa mengabaikan aspek keamanan. Sebab, selain kualitas hasil pekerjaan, keterbukaan informasi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Revitalisasi Flyover Ciputat pada akhirnya tidak hanya diukur dari kecepatan dan kualitas penyelesaian proyek, tetapi juga dari sejauh mana prosesnya berlangsung secara transparan dan dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network