‎Jaga Kesehatan Mental, Teknologi AI Bantu Atasi Stres

Elva
Kursi pijat berbasis AI dengan pendekatan  multisensorik. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Perubahan gaya hidup yang semakin dinamis, ternyata dapat memengaruhi cara seseorang menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Di tengah rutinitas padat dan tekanan pekerjaan yang menimbulkan stres, mendorong kebutuhan relaksasi yang praktis dan efektif. Tak heran, berbagai pendekatan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai dikembangkan dalam perangkat relaksasi.

‎"Untuk menjawab itu semua, kami pun menghadirkan kursi pijat pintar uDream.AI. Kursi pijat berbasis AI ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman luxury wellness yang personal dan adaptif yang bisa diakses di rumah," kata Brand & Operation Manager OSIM Indonesia, Raynaldo Hasan, Senin (4/5/2026).

‎Dia menjelaskan, teknologi yang digunakan dapat mendeteksi kondisi tubuh pengguna secara real time dan otomatis. Sehingga setiap sesi pijat dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, termasuk indikator stres. Alat ini juga dapat membantu menjaga keseimbangan fisik dan mental, terutama di tengah keterbatasan waktu dan tingginya tingkat stres.

‎"Kami menggabungkan teknologi AI dengan pendekatan lima indra atau multisensori, mulai dari sentuhan, visual, audio, hingga aroma untuk menciptakan pengalaman relaksasi yang imersif dan terpersonalisasi," terangnya.

‎Raynaldo memaparkan, pendekatan ini didasarkan pada pemahaman, stres tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada aspek psikologis. Karena teknologi pemantauan berbasis kamera, seperti photoplethysmography, juga dimanfaatkan untuk membaca perubahan fisiologis secara non-invasif.

‎"Sehingga sistem ini mampu mengukur detak jantung, laju pernapasan, hingga kadar oksigen dalam darah, yang kemudian digunakan sebagai indikator kondisi tubuh dan tingkat stres seseorang," imbuh Raynaldo.

‎Diungkapkan, alat ini juga menghadirkan tehnik pijat tiga master dunia, yaitu Khun Pie (Thai Massage), Sato Tsuyoshi (Japanese Shiatsu), dan Liu Yu Cheng (Tui Na), yang dikombinasikan dengan sistem mekanis modern serta dirancang untuk membantu meredakan ketegangan otot serta meningkatkan sirkulasi darah.

‎"Perkembangan ini menunjukkan kalau teknologi kesehatan tidak lagi berfokus pada pengobatan semata, tapi juga pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup. Inovasi berbasis AI dan sensorik bisa jadi solusi dalam menghadapi tantangan kesehatan mental di era modern," pungkasnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network